kumparan
Bola & Sports16 Maret 2020 4:54

Dampak Virus Corona, Atalanta Jalani Proses Karantina

Konten Redaksi kumparan
PTR - Valencia v Atalanta
Pemain Atalanta, Josip Ilicic melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Valencia, Rabu (11/3). Foto: UEFA Pool/Handout via REUTERS
Kabar buruk datang dari Bergamo. Atalanta, tim yang kini tengah naik daun di Serie A, dikabarkan akan menjalani proses karantina.
ADVERTISEMENT
Proses karantina ini dijalani oleh Atalanta berkaitan dengan munculnya kabar tiga pemain serta dua staf klub Valencia positif terinfeksi virus corona. Valencia adalah lawan Atalanta di babak 16 besar Liga Champions 2019/20.
Dua pemain Valencia yang dipastikan terkena virus corona adalah Ezequiel Garay dan Eliaquim Mangala. Mereka mengumumkan kabar ini lewat akun media sosialnya. Sementara, satu nama lainnya disebut-sebut adalah Jose Gaya.
CVR, Atalanta vs Valencia
Robin Gosens (atas) dan Daniel Wass berduel di laga Valencia vs Atalanta. Foto: Reuters/Handout
Gaya bermain dalam dua leg pertandingan perdelapan final itu. Sedangkan, Mangala bermain di leg pertama yang dihelat di San Siro. Sementara itu, Garay tidak bermain karena mengalami cedera.
Pekan depan, Atalanta sendiri sejatinya akan menjalani sesi latihan. Namun, dengan terpaparnya lima personel Valencia oleh virus corona, rencana ini dibatalkan. Dilansir Football Italia, seluruh personel Atalanta akan menjalani karantina.
ADVERTISEMENT
Atalanta sendiri berlokasi di Bergamo, yang merupakan pusat pandemi virus corona di Italia. Proses karantina ini dilakukan murni karena kekhawatiran adanya kontak para pemain Atalanta dengan Valencia.
Atalanta
Para pemain Atalanta merayakan gol. Foto: UEFA Pool/Handout via REUTERS
Per Senin (16/3/2020) dini hari WIB, angka kematian akibat virus corona di Italia mencapai 1.809 jiwa, dari total 24.747 kasus virus corona di sana.
Sejauh ini, sudah ada 10 pemain Serie A yang didiagnosa positif terkena virus corona, dengan rincian enam dari Sampdoria, tiga dari Fiorentina, dan satu dari Juventus. Serie A sendiri saat ini masih dalam penundaan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan