Kumparan Logo
Steven Gerrard melawan Chelsea
Steven Gerrard saat melawan Chelsea pada lanjutan pertandingan Liga Primer Barclays pada 27 April 2014 di Anfield, Liverpool, Inggris.

Demba Ba: Insiden Terpeleset Itu Pasti Berat buat Steven Gerrard

kumparanBOLAverified-green

comment
25
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Steven Gerrard ketika masih jadi pemain Liverpool. Foto: IAN KINGTON / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Steven Gerrard ketika masih jadi pemain Liverpool. Foto: IAN KINGTON / AFP

Demba Ba jadi satu dari sekian banyak saksi yang menyaksikan kejadian monumental pada 27 April 2014. Ia melihat dengan mata kepala sendiri seorang Steven Gerrard terpeleset.

Ketika itu, Chelsea sedang menghadapi Liverpool di Anfield. 'Si Merah' sedang dalam tren bagus dan mereka masuk kandidat kuat juara Premier League 2013/14. Chelsea datang sebagai penantang ke sana.

Namun, Liverpool kesulitan mencetak angka hingga akhir babak pertama. Lalu, tibalah kejadian itu. Gerrard menerima umpan dari Mamadou Sakho. Entah apa yang terjadi, ia kehilangan ketenangan sehingga bola lepas dari kakinya.

Ba yang kebetulan berada di dekat tempat kejadian langsung mengejar bola. Gerrard pun sama. Sayang, ia gagal karena terpeleset. Ba dengan dingin mengambil bola, membawanya, lalu menaklukkan Simon Mignolet.

X post embed

Gol yang dicetak Ba ini jadi awal petaka Liverpool di laga tersebut. Laga sendiri berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Chelsea, setelah Willian menambah keunggulan jelang laga tuntas.

Sebagai saksi mata cum pelaku pembobol gawang Mignolet, Ba tampaknya tahu betul perasaan Gerrard di momen itu. Ia mengungkapkan bahwa hal itu pasti jadi beban pikiran tersendiri bagi eks kapten Liverpool tersebut.

"Momen terpeleset itu pasti jadi sesuatu yang berat baginya (Gerrard). Tentu saja saya bersimpati padanya, tetapi saya tidak terlalu jauh memikirkan kejadian itu," ujar Ba, dilansir Sky Sports.

Steven Gerrard saat melawan Chelsea pada lanjutan pertandingan Liga Primer Barclays pada 27 April 2014 di Anfield, Liverpool, Inggris. Foto: Getty Images/ Clive Brunskill

"Namun, bagi pemain yang bermain lama dan bermain hebat di satu tim, lalu tim itu gagal jadi juara karena kesalahan yang ia perbuat, pasti itu jadi sesuatu yang menyesakkan," tambahnya.

Steven Gerrard pun mengakui bahwa kejadian ini memang salah satu kejadian yang sulit ia lupakan. Tanggal 27 April 2014 akan ia ingat sebagai salah satu hari paling sial dalam hidupnya.

"Sampai kini, kejadian itu (terpeleset) masih menghantui saya, rasa sakitnya juga masih terasa. Tetapi, saya adalah tipe orang yang akan selalu berusaha memperbaiki kesalahan," ujar Gerrard.

"Kesalahan di laga lawan Chelsea itu tak bisa saya terima. Itu murni sebuah kesialan. Saya akan terus mencoba untuk memperbaiki kesalahan itu, jika saya punya kesempatan," tambahnya.

embed from external kumparan

Akibat kekalahan dari Chelsea ini, Liverpool jadi tampil tidak konsisten di sisa akhir musim 2013/14. Alhasil, gelar pun jatuh ke tangan Manchester City yang ketika itu diasuh Manuel Pellegrini.

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

===

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona

===

Ayo, ikutan Home of Premier League dan menangi 1 unit SmartTV dan 2 jersi original klub Liga Inggris. Buruan daftar di sini.

collection embed figure