kumparan
12 Juli 2019 7:03

Di Balik Awetnya Karier Beto, Ada Istirahat yang Cukup

Beto Goncalves
Beto Goncalves saat membela Indonesia di Asian Games 2018. Foto: AFP/Arief Bagus
Bagi pesepak bola, usia yang semakin bertambah punya pengaruh besar terhadap kondisi fisik. Semakin tua seorang pemain, ketahanan tubuh kian menurun dan performa pun mulai tak keruan.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, tak jarang pula ada pesepak bola yang mampu tetap pada kondisi prima seiring bertambahnya usia. Kazuyoshi Miura, penyerang Yokohama FC, adalah salah satu di antaranya.
Hingga usianya menginjak 52 tahun, King Kazu, julukan Miura, masih aktif bermain sepak bola. Meski hanya mencetak enam gol dalam empat musim terakhir, Miura masih mampu mencatatkan rata-rata 10 laga per musimnya. Ini adalah bukti bahwa dia, setidaknya, masih sanggup berlari.
Penyerang Madura United, Alberto 'Beto' Goncalves, memang belum setua Miura. Akan tetapi, untuk ukuran pesepak bola, Beto yang sudah berumur 39 tahun itu sudah layak disebut uzur.
Beto Goncalves
Beto Goncalves (kedua dari kanan) saat bertanding menghadapi PSM Makassar. Foto: ANTARA/Abriawan Abhe
Tak banyak pesepak bola yang masih berkarier di usia seperti Beto. Apalagi, Beto adalah penyerang tengah yang senantiasa tampil sebagai starter baik di level klub maupun untuk Timnas Indonesia.
ADVERTISEMENT
Performa yang dia tampilkan pun belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Pada tiap pertandingan, Beto masih bisa berduel dengan para pemain bertahan lawan, beradu cepat, mencatatkan assist, hingga mencetak gol.
Simaklah catatan golnya. Dalam dua musim terakhir, tepatnya pada Liga 1 2017 dan 2018, total gol yang dicetak Beto mencapai angka 33. Sementara, pada musim ini Beto bahkan sudah menjaringkan empat gol hanya dari lima kali kesempatan merumput.
Lantas, apa rahasianya?
Jawabannya amat sederhana: Istirahat yang cukup. Hal itu diungkapkan sendiri oleh mantan penyerang Sriwijaya FC ini kepada para wartawan di Stadion Pakansari, Cibinong, Kamis (11/7/2019).
Beto Goncalves (NOT COVER)
Beto Goncalves saat berlaga di Liga Champions Asia tahun 2010. Foto: AFP/Bay Ismoyo
Menurut Beto, istirahat memang menjadi prioritas utamanya untuk menjaga kondisi sejak beberapa musim terakhir. Hal itu tak lepas dari usianya yang mulai bertambah serta, utamanya, jadwal bertanding yang amat mepet.
ADVERTISEMENT
Dalam tiga pekan terakhir pada musim ini saja, ia bersama Madura United mesti bertanding sebanyak tujuh kali, termasuk kala melawan Tira-Persikabo, Jumat (12/7). Itu berarti, tiga hari sekali dia harus bertanding.
Kondisi semacam ini, kata Beto, bukan sesuatu yang ideal. Namun, mau tak mau ia harus mengikutinya. Karena itulah ia mesti mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menjaga kondisi, yakni dengan istirahat yang cukup tadi.
"Sampai sekarang tidak ada jadwal bagus. Kita harus banyak perjalanan jauh, banyak ke sana kemari, dan itu sulit," tutur Beto.
"Jadi saya harus istirahat yang cukup. Untuk saya, kalau ada gim penting, saya akan banyak istirahat, fokus, dari sekarang. Ini untuk saya. Intinya kita harus bisa jaga diri sendiri," jelas pemain yang juga pernah berkostum Persipura Jayapura itu.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan