kumparan
3 Desember 2019 9:32

Di Panggung Ballon d'Or 2019, Drogba Lunasi 'Utangnya' kepada Mbappe

Didier Drogba dan Kylian Mbappe
Didier Drogba dan Kylian Mbappe. Foto: FRANCK FIFE / AFP
Didier Drogba tidak akan melupakan apa yang terjadi pada 6 Mei 2009. Kala itu ia masih berstatus sebagai pemain Chelsea. Drogba dan kawan-kawannya turun arena di leg kedua semifinal Liga Champions 2008/09.
ADVERTISEMENT
Ini laga kandang bagi Chelsea. Barcelona datang sebagai lawan. Situasinya tidak betul-betul baik bagi Chelsea karena leg pertama selesai dengan skor imbang tanpa gol.
Sebagian kita mungkin masih ingat siapa yang berlaga di final: Barcelona. Mereka melangkah ke partai puncak usai menutup laga dengan skor 1-1. Tiket final didapat karena Barcelona unggul gol tandang atas Chelsea.
Yang tidak dapat dilupakan Drogba bukan cuma kegagalan Chelsea masuk final, tetapi keputusan Tom Henning Ovrebo, wasit yang memimpin pertandingan itu.
Kylian Mbappe
Drogba dan Mbappe di Ballon d'Or 2019. Foto: FRANCK FIFE / AFP
Drogba dan para pemain Chelsea merasa setidaknya mereka bisa mendapat empat tendangan penalti akibat pelanggaran pemain Barcelona.
Salah satu keluhan kubu Chelsea muncul begitu Ovrebo menolak memberi penalti walau bola tampak sudah mengenai tangan Samuel Eto'o dan Gerard Pique.
ADVERTISEMENT
Pada akhirnya tak ada penalti yang diberikan. Begitu peluit panjang tanda pertandingan selesai, para pemain Chelsea yang geram langsung mengerubungi Ovrebo.
Akibat insiden ini Drogba dan Jose Boswinga dijatuhi sanksi oleh UEFA. Sudah tak ke final, diberi hukuman pula. Hade.
Itu ingatan pertama. Masih ada ingatan kedua yang ternyata berkaitan dengan laga ini.
Drogba ingat betul bahwa usai laga tersebut ia dihampiri seorang bocah laki-laki. Biasa, minta foto bareng. Akan tetapi, karena mood Drogba sedang betul-betul buruk, ia menolak permintaan itu.
Ya, sudah. Si bocah pulang sambil membawa cerita kekalahan Chelsea dan penolakan sang idola.
Cerita ini muncul ketika Drogba bertugas memandu jalannya malam penganugerahan Ballon d'Or 2019. Bukannya asal mengumbar nostalgia. Drogba sadar bahwa bocah yang sama sedang berdiri di atas panggung yang sama dengannya hari itu, Rabu (3/12/2019) karena bertugas membacakan pemenang Kopa Trophy 2019.
ADVERTISEMENT
Bocah itu adalah Kylian Mbappe. Betul, Mbappe yang itu. Yang juara Piala Dunia 2018, Mbappe yang jadi bintang Paris Saint-Germain, Mbappe yang merengkuh Kopa Trophy 2018 alias pemain muda terbaik dunia, Mbappe yang begitu diinginkan Zinedine Zidane untuk menjadi anak didiknya di Real Madrid.
"Sepuluh tahun yang lalu setelah pertandingan [melawan Barcelona] ada seorang anak kecil yang datang kepada saya untuk meminta foto bersama. Karena saya sedang benar-benar marah kepada wasit, saya menolak permintaan itu," tutur Drogba.
"Selidik punya selidik, anak itu adalah Kylian Mbappe. Sekarang saya ingin membayar utang 10 tahun lalu," lanjut Drogba.
Lionel Messi dan Robert Lewandowski yang duduk bersebelahan tidak bisa tidak menyunggingkan senyuman ketika mendengar cerita tadi.
Didier Drogba.
Seperti dendam, utang foto bersama harus dibayar tuntas. Foto: FRANCK FIFE / AFP
Drogba membayar utangnya. Ia mengajak Mbappe dan Sandra Heribert yang juga bertugas sebagai host berfoto bersama. Tak tanggung-tanggung, seluruh tamu undangan diajak untuk berdiri supaya bisa tertangkap kamera ponsel Drogba.
ADVERTISEMENT
Mbappe tersenyum malu-malu. Entah apa yang berkecamuk di kepalanya. Barangkali dalam waktu yang cuma beberapa menit itu, selapis demi selapis kenangan masa kanaknya terkelupas.
Momen-momen konyol diputar kembali, mengingatkan seperti apa rasanya menyaksikan sepak bola tanpa memanggul tugas untuk menjadi pemenang dan juara.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan