kumparan
13 Mar 2019 18:24 WIB

Emre Can, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Juventus

Emre Can merayakan gol ke gawang Udinese. Foto: Reuters/Massimo Pinca
Tak semua pahlawan dapat dikenali dengan mudah. Ketika Juventus mengalahkan Atletico Madrid 3-0 di leg II 16 besar Liga Champions, sorotan tertuju pada Cristiano Ronaldo dan Federico Bernardeschi yang punya kontribusi begitu besar di lini depan. Sorotan itu memang tidak salah dan tidak berlebihan.
ADVERTISEMENT
Ronaldo mencetak tiga gol, sementara Bernardeschi menorehkan satu assist dan menghasilkan satu penalti yang berujung pada gol kemenangan Juventus. Mereka layak dipuji dan dipuja. Akan tetapi, jangan lupakan bahwa kemenangan 'Si Nyonya Tua' yang meloloskan mereka ke perempat final dengan agregat 3-2 itu juga lahir berkat kontribusi Emre Can.
Can datang ke Juventus pada awal musim 2018/19 dengan status bebas transfer dari Liverpool. Manuver transfer ini mendapat pujian karena Can sebelumnya telah membuktikan potensinya bersama Liverpool dan mendapatkannya dengan gratis adalah sebuah 'pencurian besar'. Namun, Can tidak langsung bisa menunjukkan kehebatannya sejak awal.
Emre Can merayakan golnya. Foto: Reuters/Phil Noble
Kebugaran menjadi momok Can di awal-awal musim. Pemain didikan akademi Bayern Muenchen itu pun harus menunggu sampai pertengahan September, tepatnya pada laga melawan Sassuolo, untuk melakoni debut sebagai starter. Setelah itu pun Can tidak selalu tampil bagus.
ADVERTISEMENT
Pemain berusia 25 tahun tersebut baru mulai betul-betul nyetel pada paruh musim kedua. Sejak akhir Januari, dia sudah mampu menghasilkan dua gol bagi Juventus. Secara umum, penampilannya pun sudah jauh lebih konsisten, meskipun pada pertandingan melawan Lazio, di mana Juventus menang 2-1, Can yang bermain sebagai regista jadi bulan-bulanan pressing lawan.
Dalam dua pertandingan sebelum bertemu Atletico Madrid, Can akhirnya menunjukkan kemampuan apiknya lewat masing-masing satu gol ke gawang Napoli dan Udinese. Namun, menakar kemampuan Can lewat gol saja tentu tidak elok. Pasalnya, pemain seperti dirinya memang tak memiliki tugas utama untuk mencetak gol. Can adalah gelandang box-to-box yang harus bertahan dan menyerang sama baiknya.
Nah, pada pertandingan menghadapi Atletico Madrid itulah Can menampilkan permainan terbaiknya. Setidaknya, begitulah kata sang pelatih, Massimiliano Allegri.
ADVERTISEMENT
Juventus turun dengan pakem dasar 4-3-3 pada pertandingan tersebut. Awalnya, Allegri sempat mempertimbangkan bakal memainkan format 3-5-2, tetapi akhirnya hal itu urung dilakukan. Usut punya usut, keberadaan Can inilah yang membuat Allegri akhirnya memilih 4-3-3 alih-alih 3-5-2.
Can bermain sebagai gelandang box-to-box, tetapi dirinya lebih difokuskan untuk bertahan dan membebaskan Joao Cancelo, sebagai bek kanan, untuk keluar menyerang. Can pun akhirnya pada pertandingan itu menjadi pemain hibrida; perpaduan antara gelandang box-to-box dan bek sentral ketiga.
Dari heatmap WhoScored terlihat bagaimana Can nyaris tidak pernah sampai ke final third. Padahal, semestinya itu adalah tugas yang kudu dia emban selaku gelandang box-to-box. Namun, Allegri memang punya rencana lain dan Can sukses mengeksekusi rencana itu dengan apik.
ADVERTISEMENT
Dalam pertandingan tersebut, selain mengeksekusi instruksi posisional dengan baik, Can juga sukses berkontribusi lewat aksi-aksi defensif. Masih menurut WhoScored, pemain yang pernah dipinjam Bayer Leverkusen itu mencatatkan 1 tekel berhasil, 2 intersep, 3 sapuan, dan 5 duel udara berhasil. Plus, jangan lupakan bagaimana dia mampu mensirkulasi bola dengan baik lewat total 76 umpan yang level akurasinya mencapai 88%.
Heatmap Emre Can di pertandingan melawan Atletico Madrid. Foto: WhoScored
Penampilan Can itu benar-benar membuat Allegri gembira. Seusai laga, pelatih yang akrab disapa Max itu berkata, "Tadinya kami ingin bermain seperti ini pada leg pertama, tetapi baru berhasil di leg kedua. Jika Martin Caceres yang bermain di situ, kami akan bermain terlalu defensif, sementara Emre bisa memainkan bola dengan lebih baik. Aku butuh pemain yang bisa membawa bola ke depan dan dia melakukannya dengan baik."
ADVERTISEMENT
"Dia bertahan dengan tangguh dan menunjukkan karakter kuat. Dari pengamatanku, itu adalah penampilan terbaik Emre Can selama berkostum Juventus. Malam ini dia sukses membuktikan diri," tambah Allegri.
Can sendiri sejauh ini sudah dipercaya turun oleh Allegri dalam 25 penampilan Serie A dan Liga Champions. Selain 4 gol dan 1 assist di Serie A, Can juga mampu mencatatkan 2,8 tekel, 2,1 intersep, 2,2 sapuan, serta 1,2 dribel berhasil dalam setiap laga di dua kompetisi tadi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan