kumparan
11 Nov 2018 23:13 WIB

Everton Tahan Imbang Chelsea Tanpa Gol

Duel antara Richarlison dan David Luiz. (Foto: REUTERS/David Klein)
Tidak ada pemenang dan juga gol dalam pertandingan pekan ke-12 Premier League antara Chelsea vs Everton. Dalam hasil 0-0 di Stamford Bridge, Minggu (11/11/2018) malam WIB, Chelsea gagal memanfaatkan 4 upaya ke arah gawang yang mereka miliki.
ADVERTISEMENT
Hasil imbang ini memang tak mengubah posisi Chelsea di papan klasemen. Anak-anak asuh Maurizio Sarri itu tetap berada di posisi ketiga dengan 28 angka. Sementara itu, The Toffees juga tetap berada di posisi kesembilan dengan 19 angka.
***
Hingga pekan ke-11 Premier League, Chelsea menjadi salah satu dari tiga tim yang belum menelan kekalahan. Rinciannya Chelsea berhasil meraih delapan kemenangan dan tiga kali menuai hasil imbang.
Kini pada pekan ke-12, Chelsea mendapat lawan yang relatif berat. Dari empat pertandingan terakhir Premier League, anak asuh Marco Silva ini hanya menelan satu kali kalah dan sisanya menang.
Tim terbaik pun diturunkan oleh kedua kesebelasan pada laga kali ini. Chelsea selaku tuan rumah memainkan Eden Hazard sedari awal. Begitu juga dengan Alvaro Morata dan Willian Borges di lini serang.
ADVERTISEMENT
Begitu pula Everton. Richarlison yang sudah mencetak 6 gol di Premier League diplot sebagai penyerang tunggal. Lalu, Bernard, Gylfi Sigurdsson, dan Theo Walcott membantu di belakangnya.
Meski tampil di kandang lawan tak membuat Everton merasa inferior. Pressing tinggi yang dilakukan oleh Richarlison dan kolega membuat Chelsea kesulitan mengembangkan permainan di awal laga. Bahkan, dalam 20 menit pertama, tak ada satu upaya yang dilakukan oleh penggawa The Blues.
Berbeda dengan Everton yang sudah mengancam pada menit ke-12. Namun, tendangan jarak jauh dari Bernard masih melebar tipis dari gawang Kepa Arrizabalaga.
Chelsea mencoba membongkar ketatnya pertahanan Everton dengan operan-operan pendek. Akan tetapi, disiplinnya poros ganda Andre Gomes dan Idrissa Gueye membuat Chelsea sangat kesulitan. Sukarnya Chelsea membongkar pertahanan Everton juga dipengaruhi oleh marking ketat Sigurdsson kepada Jorginho. Ya, mantan pemain Napoli ini sangat kesulitan untuk mengalirkan bola ke lini depan dari Chelsea.
ADVERTISEMENT
Praktis, Chelsea hanya bisa mengancam gawang Everton melalui bola-bola mati. Seperti yang terjadi pada menit ke-40 ketika tendangan bebas Willian bisa diteruskan oleh Marcos Alonso melalui tendangan voli. Namun, Pickford masih bisa menepis tendangan tersebut.
Strategi pressing dari Marco Silva ini berhasil meredam serangan dari Chelsea. Everton pun berhasil menahan Chelsea dengan skor 0-0 di babak pertama.
Selepas rehat, pertandingan banyak berubah. Tekanan terus dilakukan oleh pemain tengah Everton kepada gelandang-gelandang Chelsea yang sedang menguasai bola. Bedanya, permainan Eden Hazard lebih hidup. Winger asal Belgia ini lebih bergerak bebas untuk bisa keluar dari penjagaan pemain Everton.
Hasilnya, dua peluang didapat oleh Chelsea di awal-awal babak kedua. Pertama melalui kaki Willian usai mendapatkan umpan terobosan Hazard, tetapi bola sepakan pemain asal Brasil ini masih melebar. Lalu, ada pula tendangan keras Hazard dari luar kotak penalti yang bisa diantisipasi Pickford.
ADVERTISEMENT
Duel antara Bernard dan Willian Borges. (Foto: REUTERS/David Klein)
Chelsea lagi-lagi mendapat peluang pada menit ke-65. Memanfaatkan sodoran Hazard, Alonso melakukan tendangan keras mendatar. Sayang, tiang gawang masih bisa menahan tendangan dari mantan pemain Fiorentina tersebut.
Kebuntuan sempat berakhir dengan masuknya bola ke gawang Everton pada menit ke-71. Keberuntungan memang belum berpihak kepada tuan rumah karena Morata selaku pencetak angka dianggap terjebak offside.
Menjelang pertandingan berakhir, Everton mulai merapatkan barisan pertahannya. Hal itu terlihat dengan mainnya Phil Jagielka untuk menggantikan Gylfi Sigurdsson. Chelsea semakin kesulitan untuk menembus ketatnya pertahanan Everton. Skor imbang 0-0 pun menutup laga di Stamford Bridge.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan