kumparan
30 Sep 2018 15:37 WIB

Fakhri Husaini Geram Netizen Sebut Bagus Kahfi Main Egois

Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Alfikri, ketika melewati adangan dua pemain Iran U-16. (Foto: Adam Aidil/AFC)
Tak dapat dimungkiri, Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri menjadi salah satu faktor keberhasilan Timnas Indonesia U-16 kala merengkuh gelar juara Piala AFF 2018. Hal itu bisa dilihat dari gelarnya sebagai topskorer berkat torehan 12 golnya.
ADVERTISEMENT
Penampilan ciamik Bagus terus berlanjut di ajang Piala Asia U-16. Ketika menghadapi Iran pada laga perdana grup lalu, striker kelahiran Magelang ini mencetak gol saat laga baru berusia empat menit.
Namun, dalam dua laga terakhir melawan Vietnam dan India, Bagus gagal menunjukkan sinarnya. Tak hanya itu, warganet (netizen) bahkan menilai bahwa Bagus kerap bermain egois terutama ketika berada di depan gawang lawan.
Tudingan itu sempat membuat Bagus galau. Lewat Instagram Story-nya, Bagus sempat menyinggung perihal serangan netizen yang dialamatkan kepadanya.
Menyikapi hal itu, pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini tak sepakat sama sekali. Dengan nada tinggi, Fakhri menilai bahwa seluruh pemainnya sejauh ini telah memberikan segala kemampuannya untuk mengharumkan nama bangsa dan negara.
ADVERTISEMENT
"Saya sudah bicara ke pemain, terutama Bagus yang mendapat banyak serangan. Saya bilang 'kalau yang bicara saya, kamu harus dengar, karena saya pelatih kamu. Tapi, kalau medsos (media sosial) enggak perlu ditanggapi'," ujar Fakhri usai memimpin latihan di Lapangan Sime Darby, Selangor, Malaysia, Minggu (30/9/2018).
"Yang kritik di medsos juga belum tentu seumur hidupnya masuk lapangan. Mungkin nonton bola juga enggak pernah. Tidak perlu buang-buang energi untuk merespons netizen," lanjutnya.
"Malah, saya harus akui beberapa kemenangan kami justru berawal dari egoisme Bagus. Memang kami enggak bisa tutup mulut orang, jadi lebih baik kami kelola itu jadi hal positif," ucapnya.
Fakhri Husaini di laga Timnas U-16 vs India. (Foto: Adam Aidil, Dok. AFC)
Fakhri menilai, anak-anak asuhnya tak pantas mendapatkan serangan dari netizen seperti yang dialami Bagus. Pasalnya, mereka sudah membuktikan kemampuannya dengan menyumbangkan gelar juara bersama Timnas U-16.
ADVERTISEMENT
"Apa pun hasilnya besok (lawan Australia di perempat final), buat saya mereka sudah berikan segala-galanya buat bangsa. Jangan lupa, tim ini satu-satunya timnas yang sudah berikan tiga piala untuk bangsa ini. Saya tidak lihat ada tim lain. Karena itu, mereka layak dihargai. Sejelek apa pun mereka bermain, tidak layak mereka dapat serangan seperti itu," tegasnya.
Sebelumnya, Fakhri mengakui bahwa ponsel merupakan musuh utamanya dalam menangani Timnas U-16. Oleh karena itu, ia membuat kebijakan dengan membatasi para pemain untuk memegang ponselnya dalam satu hari.
Timnas U-16 akan menjalani laga mahapenting melawan Australia di Stadion Nasional Bukit Jalil, Senin (1/10). Jika mereka menang, maka Indonesia dipastikan bakal masuk ke Piala Dunia U-17 di Peru tahun 2018.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan