kumparan
4 Februari 2020 18:46

Gara-gara Liverpool, Shrewsbury Kehilangan 500 Ribu Poundsterling

Liverpool (PTR)
Liverpool merayakan kemenangan atas Everton di Anfield. Foto: REUTERS/Phil Noble
Sam Rickett kecewa dengan langkah Juergen Klopp menurunkan tim U-23 pada duel Liverpool versus Shrewsbury Town di Anfield, Rabu (5/2/2020) dini hari WIB. Rickett mengklaim, gara-gara ini, Shrewsbury harus kehilangan 500 ribu poundsterling.
ADVERTISEMENT
"Itu uang yang besar. Laba dari laga ini begitu penting untuk tim kecil seperti kami. Jika kami melawan tim inti Liverpool, kami bakal mendapatkan 600 ribu poundsterling (sekitar Rp10,7 miliar) Tapi, itu tak terjadi," jelas Rickett, seperti dikutip Liverpool Echo.
"Kami hanya mendapatkan 100 ribu poundsterling (sekitar Rp1,7 miliar). Padahal, kami butuh uang supaya tim kami bisa bertahan 10-15 tahun ke depan. Dengan uang segitu, kami bisa membeli rumput yang bagus atau pemain yang jago," lanjut pelatih Shrewsbury tersebut.
Lantas, bagaimana bisa Shrewsbury mendapatkan uang yang lebih besar jika Liverpool menurunkan skuat terbaiknya? Nah, uang sebesar 500 ribu poundsterling (sekitar Rp8,9 miliar) itu merupakan uang yang bakal didapatkan Shrewsbury jika laga ini ditayangkan di televisi lokal.
ADVERTISEMENT
Liverpool vs Shrewsbury
Aksi Takumi Minamino dalam duel melawan Shrewsbury. Foto: REUTERS/Andrew Yates
Namun, karena Liverpool memilih tampil dengan tim U-23, pihak televisi lokal memutuskan untuk tak menayangkan laga replay babak keempat Piala FA ini secara langsung. Dengan begitu, melayanglah uang untuk Shrewsbury.
Soal ini, Klopp sudah meminta maaf langsung kepada Rickett. Manajer dari Jerman itu pula sudah menjelaskan mengapa langkah seperti ini harus diambil.
"Jujur saja, dia sudah minta maaf. Saya bicara dengan Juergen [Klopp] setelah laga pertama berakhir 2-2, dan saya menikmati percakapan selama 20 atau 30 menit itu," jelas Rickett.
"Dia sangat terbuka dengan sikapnya ini. Dia menjelaskan mengapa keputusan ini harus dia ambil dan saya mengerti. Dia sudah berjanji agar timnya mendapatkan winter break, dan saya rasa Liverpool pantas untuk itu," tutup sosok berusia 38 tahun itu.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan