kumparan
27 Agustus 2019 3:40

Gol Debut Lukaku Hiasi Pesta Gol Inter ke Gawang Lecce

Romelu Lukaku merayakan gol ke gawang Lecce dalam laga debutnya bersama Internazionale. Foto: AFP/Miguel Medina
Internazionale Milano membuka musim kompetisi 2019/20 dengan penampilan sensasional. Menghadapi tim promosi Lecce di Stadio Giuseppe Meazza, Selasa (27/8/2019) dini hari WIB, Nerazzurri menang telak 4-0.
ADVERTISEMENT
Dua dari empat gol Inter dilesakkan pemain debutan, Stefano Sensi (24') dan Romelu Lukaku Bolingoli (60'). Sedangkan, dua gol lain dicetak oleh Marcelo Brozovic (21') dan Antonio Candreva (84').
Kemenangan 4-0 ini membawa Inter, untuk sementara, duduk di puncak klasemen Serie A. Sebaliknya, kekalahan ini secara otomatis menempatkan Lecce di posisi juru kunci.
***
Lukaku langsung diberi kesempatan untuk menjadi starter, begitu pula Stefano Sensi. Sementara itu, Stefan de Vrij mengalami cedera mendadak yang membuatnya harus digantikan oleh Andrea Ranocchia. Dalam laga debutnya sebagai pelatih Inter, Antonio Conte mengusung pakem dasar 3-5-2.
Ini memang laga spesial, bukan cuma untuk Conte dan para debutan lain di kubu Inter, tetapi juga untuk Lecce yang akhirnya merasakan Serie A lagi untuk pertama kalinya sejak 2012. Lecce sendiri merupakan klub dari kota kelahiran Conte dan pelatih mereka, Fabio Liverani, bertekad untuk memberi perlawanan sengit.
ADVERTISEMENT
Ucapan Liverani bukan cuma pepesan kosong. Inter memang bisa memulai laga dengan impresif lewat berbagai tekanan yang mereka lancarkan, tetapi Lecce tidak tinggal diam. Mereka berani keluar menyerang dan memaksa para pemain bertahan Inter bekerja keras sejak awal pertandingan.
Agresivitas kedua kesebelasan membuat pertandingan berjalan dengan tempo cepat yang enak ditonton. Para pemain pun, semisal Lukaku dan Gianluca Lapadula, mampu menampilkan kemampuan individual terbaik mereka. Dari sini, Inter mendapat peluang emas di menit ke-16 ketika Lautaro Martinez menanduk umpan matang Antonio Candreva.
Usaha Lautaro itu gagal dan Conte pun dibuatnya mencak-mencak. Akan tetapi, empat menit kemudian, Inter akhirnya bisa benar-benar mencetak gol. Lewat tendangan melengkung dari luar kotak penalti, Marcelo Brozovic sukses membobol gawang Lecce yang dikawal eks kiper Milan, Gabriel.
ADVERTISEMENT
Inter tidak puas hanya dengan satu gol. Tiga menit setelah gol Brozovic, giliran Sensi yang menggetarkan jala gawang Lecce. Dengan kaki-kaki lentuknya dia melewati dua pemain bertahan Lecce sebelum melepas tendangan yang tak mampu digapai Gabriel.
Marcelo Brozovic merayakan gol untuk Inter bersama Andrea Ranocchia dan Danilo D'Ambrosio. Foto: Reuters/Daniele Mascolo
Lecce yang tampil berani itu akhirnya harus mengakui kalau mereka kalah kelas dari Inter. Mereka tak lagi bisa menekan dan justru harus mendapati pertahanannya diobrak-abrik dalam setiap kesempatan. Lukaku dan Lautaro memang belum mencetak gol tetapi kolaborasi mereka sudah begitu apik.
Selepas menit ke-30 tempo pertandingan sedikit menurun. Peluang pun jadi lebih sedikit tercipta. Ada beberapa, memang, yang berbahaya seperti ketika tendangan Kwadwo Asamoah melebar tipis. Namun, tetap tak ada yang mengubah skor pertandingan. Skor 2-0 bertahan sampai turun minum.
ADVERTISEMENT
Mengawali babak kedua Lecce kembali menunjukkan keganasan seperti pada permulaan babak pertama. Dipimpin 'Messi dari Salento', Filippo Falco, mereka mampu beberapa kali merusak bentuk pertahanan Inter dan membahayakan gawang Samir Handanovic tetapi penyelesaian akhir yang buruk membat mereka harus gigit jari.
Agresivitas Lecce itu tidak terlihat terlalu lama karena memasuki menit ke-50 Inter berhasil menguasai keadaan lagi. Ini akhirnya berujung pada gol yang dicetak oleh Lukaku. Penyerang Belgia itu, pada menit ke-59, sukses memanfaatkan bola muntah hasil sepakan Lautaro yang diblok oleh Gabriel.
Stefano Sensi melakukan selebrasi usai membobol gawang Lecce. Foto: Reuters/Daniele Mascolo
Gol yang dicetak Lukaku itu membuat Inter kian nyaman. Ini dimanfaatkan Conte untuk memasukkan pemain baru lain, Nicolo Barella, untuk menggantikan Matias Vecino yang memang kurang bersinar dibanding Sensi dan Brozovic. Tak lama setelah masuk, Barella pun langsung berperan dalam mengurangi jumlah pemain Lecce.
ADVERTISEMENT
Aksi Barella di menit ke-76 membuat Diego Farias, yang masuk sebagai pemain pengganti, harus melakukan tekel keras dari belakang. Alhasil, wasit yang berada di dekat tempat kejadian perkara pun langsung memberi kartu merah pada pemain asal Brasil tersebut.
Unggul jumlah pemain, Inter kian agresif dalam menekan pertahanan Lecce, terlebih setelah Conte memasukkan Matteo Politano untuk menggantikan Lautaro yang sudah letih. Pada menit ke-81, Politano pun berhasil membobol gawang Gabriel. Akan tetapi, gol ini lantas dianulir oleh wasit karena Lukaku, yang berada dalam posisi offside, dianggap mengintervensi permainan.
Meski demikian, Inter tetap tak beringsut. Rasa lapar itu mereka pelihara dengan baik dan akhirnya terwujud lewat gol indah anak kesayangan Conte, Antonio Candreva, pada menit ke-84. Dari jarak kurang lebih 35 meter eks kapten Lazio itu melepas tembakan yang meroket masuk gawang Gabriel. Gol ini jadi penentu hasil akhir pertandingan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan