kumparan
19 Februari 2019 17:49

Gol di Kandang Lyon Adalah Harga Mati untuk Barcelona

Gelandang Barcelona, Sergio Busquets. Foto: Albert Gea/Reuters
Bagi Barcelona, mencetak gol di kandang Olympique Lyonnais adalah harga mati. Hal ini dikemukakan oleh gelandang bertahan Barcelona, Sergio Busquets, sebelum timnya bertandang ke Parc Olympique Lyonnais, kandang Lyon di pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu dini hari (20/2/2019).
ADVERTISEMENT
Busquets menyadari bahwa mencetak gol tandang bisa meningkatkan kans timnya untuk lolos ke babak selanjutnya dengan signifikan. Bagi pria berusia 30 tahun ini, meskipun Barcelona hanya meraih hasil imbang, mencetak gol tandang sudah bisa disebut sebagai hasil yang memuaskan.
“Kami rasa sangat penting untuk mencetak gol di kandang Lyon. Berhasil mencetak gol berarti kami mendapatkan hasil yang baik. Dengan mencetak gol, kami memiliki kesempatan bagus untuk pertandingan selanjutnya, bahkan apabila kami hanya meraih hasil seri,” ujar Busquets, dikutip dari Marca.
Pentingnya gol tandang di fase gugur Liga Champions tentu amat dipahami oleh Busquets dan Barcelona. Musim lalu, mereka mesti tersingkir dari kompetisi antar klub terakbar di Eropa ini setelah kalah dari AS Roma di babak perempat final melalui aturan gol tandang.
ADVERTISEMENT
AS Roma vs Barcelona Foto: Reuters/Alberto Lingria
Kala itu, Barcelona bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Lionel Messi dkk menang meyakinkan dengan skor telak 4-1. Namun, siapa yang menyangka kalau satu gol Roma yang dicetak Edin Dzeko di Camp Nou itu akan begitu krusial?
Ya, pada pertandingan leg kedua yang berlangsung di Olimpico, kandang Roma, sang tuan rumah berhasil memukul Barcelona dengan tiga gol tanpa balas! Kegagalan Blaugrana untuk mencetak gol di Olimpico, plus kealpaan mereka membiarkan Dzeko mencetak gol sepuluh menit jelang waktu normal berakhir di Camp Nou terbukti fatal.
Memori buruk di perempat final Liga Champions 2017/2018 ini lah yang membuat Busquets menyerukan timnya untuk mencetak gol di kandang Lyon.
ADVERTISEMENT
“Kami sadar akan apa yang terjadi di musim lalu. Kami paham bahwa Liga Champions adalah kompetisi yang berbeda, dan apa yang telah kami capai sejauh ini belum ada artinya. Motivasi kami tinggi, dan kami tahu tugas kami akan berat.”
Nabil Fekir diadang dua pemain Manchester City. Foto: REUTERS/Emmanuel Foudrot
Pada pertandingan melawan Lyon kali ini, Barcelona tentu diunggulkan. Pelatih Lyon, Bruno Genesio, bahkan terang-terangan menyebut bahwa timnya akan begitu sulit untuk mengatasi kedigdayaan Barcelona. Meskipun begitu, Busquets enggan untuk jumawa. Alih-alih, ia menyatakan bahwa timnya harus mewaspadai Lyon dan bermain seserius mungkin.
“Kami sangat menghormati Lyon dan kami tahu bahwa mereka meraih hasil baik kala melawan klub kuat seperti Manchester City dan Paris-Saint Germain. Pertandingan di fase ini sangat berbeda di fase gugur, dan kami mesti mewaspadai Lyon karena kami tahu apa yang bisa mereka ciptakan,” kata Busquets.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan