kumparan
17 Sep 2018 3:44 WIB

Gol Perdana Higuain Selamatkan Milan dari Kekalahan di Markas Cagliari

Gonzalo Higuain merayakan golnya ke gawang Cagliari. (Foto: Twiiter: AC Milan)
Terbukanya keran gol Gonzalo Higuain menyelamatkan AC Milan saat bertandang ke markas Cagliari di pertandingan pekan keempat Serie A 2018/19, Senin (17/9/2018) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
Pada laga yang tersaji di Sardegna Arena, Cagliari mampu menahan imbang Milan 1-1. I Rossoneri tertinggal lebih dulu via gol Joao Pedro di menit ketiga, sebelum akhirnya Higuain menjadi penyelamat dengan golnya di menit ke-55. Bagi Higuain, gol ini menjadi torehan perdananya buat Milan.
Tambahan satu poin membuat Milan ada di posisi ke-14 dengan koleksi empat poin, sementara Cagliari naik satu peringkat ke posisi 12 dengan mengumpulkan lima poin.
Milan datang ke markas Cagliari dengan susunan pemain yang tak banyak berubah. Gonzalo Higuain masih didapuk oleh Gennaro Gattuso sebagai ujung tombak yang diapit oleh Suso dan Hakan Calhanoglu dalam balutan formasi 4-3-3.
Untuk menghadapi skema menyerang Milan, pelatih Cagliari, Rolando Maran, menerapkan formasi 4-3-1-2. Duo Leonardo Pavoletti dan Diego Farias yang menjadi andalan di lini depan, ditopang oleh Joao Pedro. Sementara, Filip Bradaric, Lucas Castro, dan Nicolo Barella menjadi brikade sebelum memasuki lini belakang.
ADVERTISEMENT
Cagliari memulai laga dengan penuh determinasi dan agresivitas. Pressing dilakukan hingga daerah pertahanan lawan yang membikin aliran bola Milan jadi tersendat. Waktu baru berjalan satu menit, Cagliari langsung mendapat peluang lewat sepakan Filip Bradic yang masih melambung di atas mistar.
Serangan itu menghidupkan semangat tuan rumah. Pada serangan kedua mereka di menit ketiga, gawang Milan akhirnya bergetar. Berawal dari percobaan Leonardo Pavoletti yang membentur mistar, bola muntah disambut Joao Pedro dengan sepakan yang tak bisa dibendung oleh Gianluigi Donnarumma.
Sepuluh menit babak pertama berjalan seperti neraka buat Milan karena Cagliari tidak menurunkan intensitas tekanan. Namun, Milan perlahan memperbaiki sistem permainan dengan mulai mengeksploitasi sisi sayap Cagliari. Alhasil, dua peluang pun lahir dari Calhanoglu dan Rodriguez.
ADVERTISEMENT
Setelah bisa menembus pertahanan tuan rumah saat memasuki menit 20-an, Milan akhirnya bisa mengendalikan pertandingan. Kendati begitu, suplai bola kepada Higuain sebagai juru gedor masih minim. Alhasil, peluang-peluang tercipta dari aksi individu Suso, Bonaventura, dan Calhanoglu yang masih bisa dimentahkan kiper Cagliari, Alessio Cragno.
Memasuki menit ke-30 hingga akhirnya wasit mengakhiri babak pertama, Milan belum juga mampu mengonversi beberapa peluang emas menjadi gol. Di sisi lain, Cagliari yang masih unggl 1-0 mulai mengendur dan tak banyak menekan seperti di 15 menit pertama.
Pemain AC Milan rayakan gol di laga vs Napoli. (Foto: REUTERS/Ciro De Luca)
Di babak kedua, Milan tak lagi bermain lamban seperti di awal babak pertama. Higuain yang jarang mendapat suplai bola, lebih sering turun ke tengah untuk membantu upaya serangan. Hal ini membuat tugas Lucas Biglia sebagai penyeimbang lebih optimal.
ADVERTISEMENT
Bertambahnya usaha Higuain akhirnya membuahkan hasil manis di menit ke-55. Berawal dari intersep yang dilakukan Franck Kessie, bola liar direbut oleh Higuain. Lantas, pemain asal Argentina itu bisa melewati Cragno untuk mencepolskan bola ke gawang yang sudah tak terkawal.
Berhasil menyamakan kedudukan membuat Milan kian nyaman dalam menyerang. Dalam rentang waktu menit 60 hingga 65, ada dua peluang dari Suso, tapi sepakannya masih melebar di sisi kanan gawang. Sementara percobaan dari Higuain yang masih bisa dimentahkan oleh Cragno.
Memasuki 20 menit akhir pertandingan, Milan memasukkan tenaga baru, Timoue Bakayoko, Samu Castillejo, Diego Laxalt, untuk menambah daya gedor. Meski mampu memberi dampak yang dibuktikan dengan bertambah dinamisnya serangan yang dilancarkan Milan, kehadiran tiga pemain tersebut belum mampu melahirkan peluang membahayakan.
ADVERTISEMENT
Sepakan Suso dan sundulan dari Higuain di masa injury time yang menjadi percobaan paling nyaris. Dua peluang itu pun menjadi upaya serangan terakhir Milan di laga ini, sebelum akhirnya wasit meniup peluit panjang dengan kedudukan imbang 1-1.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan