kumparan
26 Maret 2020 14:44

Hadapi Pandemi COVID-19, Pemain Union Berlin Rela Tak Digaji

Union Berlin
Suporter Union Berlin memadati Stadion An der Alten Forsterei. Foto: AFP/Odd Andersen
Solidaritas dan Union Berlin seakan-akan sudah menjadi sinonim. Keberhasilan mereka naik ke Bundesliga jelas tak bisa dipisahkan dari spirit itu. Suatu kali, para suporter Union pernah menyumbangkan darahnya untuk menyelamatkan klub dari kebangkrutan.
ADVERTISEMENT
Di tengah situasi sulit akibat pandemi COVID-19, para pemain Union pun menunjukkan solidaritas tersebut. Sampai situasi membaik, mereka rela tidak mendapat bayaran sepeser pun dari pihak klub.
Kompetisi Bundesliga sudah dihentikan sejak awal Maret lalu. Rencana awalnya, liga akan kembali diputar setelah 2 April. Akan tetapi, pada Rabu (25/3/2020) DFL selaku operator mengumumkan penundaan diperpanjang hingga 30 April.
Penundaan kompetisi ini membuat Union yang dasarnya memang bukan klub berada itu jadi semakin kesulitan. Pendapatan dari penjualan tiket, suvenir, jersi, sampai hak siar televisi lenyap seketika.
Untungnya, para pemain memahami situasi klub. Mereka juga sadar bahwa ketidakmampuan Union membayar gaji disebabkan oleh sesuatu yang sebelumnya tidak bisa diprediksi sama sekali, bukan karena kelalaian manajemen dan semacamnya.
ADVERTISEMENT
"Para pemain tim utama klub telah setuju untuk tidak menerima gaji. Para pelatih dan karyawan lain juga sudah sepakat untuk menjadi pekerja paruh waktu, yang akan membuat gaji mereka turut dipangkas," tulis Union dalam pernyataan resminya.
Di kesempatan terpisah, presiden klub, Dirk Zingler, menyebut bahwa situasi ini adalah sebuah situasi luar biasa.
"Tujuan utama klub kami adalah sepak bola. Ketiadaan sepak bola, maka dari itu, berpengaruh terhadap eksistensi kami," ujarnya.
Stadion An der Alten Forsterei
Tampak depan Stadion An der Alten Forsterei. Foto: AFP/John Macdougall
"Manajemen, staf, skuat, dan tim pelatih sudah bekerja keras sejauh ini untuk mendapatkan kesuksesan di Bundesliga. Sekarang mereka harus kehilangan banyak uang agar kami bisa melewati krisis ini bersama-sama," tambah Zingler.
Musim 2019/20 ini merupakan musim pertama Union Berlin berlaga di Bundesliga. Dulunya, mereka merupakan peserta Oberliga, kompetisi teratas Jerman Timur. Pasca-reunifikasi Jerman, Union harus memulai segalanya di Divisi Tiga.
ADVERTISEMENT
Setelah lebih dari 20 tahun berjuang dengan melewati segala aral yang melintang, Union mendapatkan promosi ke level teratas kompetisi sepak bola Jerman. Sebelum liga berhenti, mereka tampil cukup bagus untuk ukuran tim promosi dengan berada di urutan 11 klasemen.
-----
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan