kumparan
20 Feb 2019 21:41 WIB

IB Diduga Atur Pertandingan Liga 1 dan Piala Presiden

Bhayangkara FC vs Arema FC Foto: Ari Bowo Sucipto/Antara
Kasus pengaturan skor tak cuma menodai kompetisi Liga 3, seperti yang kini tengah diusut Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola. Isu ini mulai merambah ke Liga 1.
ADVERTISEMENT
Dugaan tersebut muncul setelah pengakuan seorang perangkat pertandingan dalam program Mata Najwa, Rabu (20/2/2019) malam WIB. Sosok yang dirahasiakan identitasnya ini menyebut bahwa hampir setiap pertandingan Liga 1 telah diatur.
Sebagai contoh, perangkat pertandingan tersebut mengambil dua laga yang melibatkan Borneo FC pada musim 2018, yakni menghadapi Arema FC dan PSM Makassar. Tidak disebutkan di mana pertandingan berlangsung.
"Pertandingan antara Arema dan Borneo pada 2018. Anggota Exco berinisial IB memerintahkan wasit agar memenangkan Arema. Imbalannya 20 atau 25 juta," tutur sang perangkat pertandingan.
"Yang saya tahu lagi itu Borneo melawan PSM Makassar. Diharuskan supaya Borneo menang. Exco yang telepon. Inisialnya YN menelepon ke salah satu komite wasit. Komite wasit telepon ke wasit.
ADVERTISEMENT
Pemain Borneo FC di laga vs Mitra Kukar. Foto: Dok. Liga Indonesia
"Waktu itu menang Borneo. Imbalannya 70 juta dibagi ke semua perangkat pertandingan," tuturnya.
Kendati begitu, faktanya tak sesuai dengan penuturan sang whistle blower. Arema tercatat tidak pernah menang atas Borneo pada musim 2018, dengan rincian masing-masing satu imbang dan kekalahan. Sementara, Borneo selalu kalah dalam dua laga menghadapi PSM.
IB, ditambahkan sang narasumber, menguasai wasit-wasit yang beroperasi di Indonesia. Sang pengadil juga dituntut menaati perintah menyoal pengaturan skor. Kalau tidak, jatah pertandingan yang dipimpin akan dikurangi. Penghasilannya praktis tergerus.
Nah, wilayah operasi IB tidak cuma Liga 1. Dia disebut turut 'bermain' dalam Piala Presiden 2018 yang berstatus sebagai turnamen pramusim menjelang liga.
"Waktu itu pertandingan (Piala Presiden) antara Arema dan Bhayangkara FC. IB meminta supaya Arema menang, minimal draw," kata perangkat pertandingan kepada Najwa Shihab selaku pembawa acara.
ADVERTISEMENT
Sriwijaya vs Arema di Piala Presiden 2018. Foto: Dok. PT LIB
"Sehari sebelum Piala Presiden, ada pertemuan di rumahnya IB di Ijen, Malang. Lengkap perangkat datang semua. IB meminta Arema jangan sampai kalah. Sebanyak 20 juta waktu itu dikasihnya setelah pertandingan," ucapnya.
Pada akhirnya, Arema mampu menahan Bhayangkara FC dengan skor 0-0 dalam pertandingan terakhir Grup E Piala Presiden 2018. Hasil tersebut membuat 'Singo Edan' memuncaki klasemen akhir dengan keunggulan selisih gol atas Bhayangkara FC.
Langkah Arema akhirnya terhenti di babak perempat final. Mereka kalah 1-3 dari Sriwijaya FC.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan