Bola & Sports
·
15 September 2021 13:19
·
waktu baca 3 menit

Ide Radikal Bos Napoli buat Sepak Bola Eropa, Proyek Rp 168 Triliun

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ide Radikal Bos Napoli buat Sepak Bola Eropa, Proyek Rp 168 Triliun (108767)
searchPerbesar
Aurelio De Laurentiis. Foto: Carlo Hermann/AFP
Sepak bola Eropa telah menjadi magnet bagi publik mancanegara. Namun tampaknya, Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, tidak puas dengan format kompetisi yang ada sekarang dan berencana melakukan perubahan besar-besaran.
ADVERTISEMENT
De Laurentiis sepertinya tak bergurau. Produser film terkemuka yang telah memiliki Napoli selama hampir 2 dekade itu mengatakan bahwa dia sedang mengerjakan proposal yang disebutnya akan bernilai € 10 miliar euro (sekitar Rp 168 triliun) untuk sepak bola Eropa.
Dasar De Laurentiis melakukan ini karena ia percaya bahwa daya pikat menjuarai Liga Champions atau Liga Europa memaksa klub untuk menghabiskan di luar kemampuan mereka untuk tetap kompetitif. Plus, uang hadiah juara tidak menutup kesenjangan itu.
Itu sebabnya, De Laurentiis menginginkan kompetisi Eropa yang lebih menguntungkan. Jadi, kualifikasinya didasarkan pada kinerja klub di kancah domestik. Ia pun tak sepakat dengan ide Europen Super League yang mengundang tim untuk bersaing tanpa melihat dari prestasi domestik.
Ide Radikal Bos Napoli buat Sepak Bola Eropa, Proyek Rp 168 Triliun (108768)
searchPerbesar
Selebrasi pemain Napoli usai mencetak gol ke gawang Juventus pada pertandingan Liga Italia di Stadion Diego Armando Maradona, Napoli, Italia. Foto: Ciro De Luca/REUTERS
"Sistem [yang sekarang] tidak bekerja lagi. Liga Champions dan Liga Europa tidak menghasilkan pendapatan yang cukup bagi klub untuk membenarkan berpartisipasi di dalamnya," katanya kepada Sportsmail.
ADVERTISEMENT
“Untuk menjadi kompetitif, Anda membutuhkan lebih banyak pemain kelas atas. Itu berarti Anda harus mengeluarkan lebih banyak uang dan hadiah uang dari kompetisi Eropa tidak memperhitungkan itu."
“Itulah mengapa klub perlu berbicara satu sama lain untuk menghasilkan turnamen yang lebih modern dan menguntungkan bagi semua orang di dalamnya," tambahnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Ada beberapa hal lain yang disorot oleh bos Napoli itu. Ia menyinggung terkait jumlah pertandingan dan sistem yang lebih demokratis.
Ide Radikal Bos Napoli buat Sepak Bola Eropa, Proyek Rp 168 Triliun (108769)
searchPerbesar
Manajer Chelsea Thomas Tuchel merayakan dengan trofi setelah memenangkan Liga Champions (29/5). Foto: Pool via REUTERS
"Kami perlu mengurangi jumlah pertandingan dengan mengurangi ukuran divisi teratas di seluruh Eropa. Selain itu, kami membuat kompetisi Eropa dengan sistem kualifikasi yang demokratis, berdasarkan apa yang dicapai tim di kompetisi domestik mereka," tegasnya.
"Saya telah memeriksa sebuah proyek yang siap untuk membawa 10 miliar euro (sekitar Rp 168 triliun) ke sepak bola Eropa. Namun, kami membutuhkan kemauan dan kemandirian total," lanjut pria yang membeli Napoli pada 2004 itu.
ADVERTISEMENT
Bagi De Laurentiis, pembenahan kompetisi sepak bola Eropa sudah mendesak. Jika tidak, katanya, anak-anak muda bisa melupakan sepak bola.
"Jika kita tak mengubah aturan permainan dan menjadikannya tontonan yang lebih baik, anak-anak muda akan meninggalkan kita dan sepak bola tidak akan lagi menjadi bagian sentral dari kehidupan kita," ujar pria 72 tahun itu.
Ide Radikal Bos Napoli buat Sepak Bola Eropa, Proyek Rp 168 Triliun (108770)
searchPerbesar
Selebrasi pemain Manchester United Cristiano Ronaldo usai mencetak gol ke gawang BSC Young Boys pada pertandingan Grup F Liga Champions di Stadion Wankdorf, Bern, Swiss. Foto: Denis Balibouse/REUTERS
"Orang-orang antara usia 8 sampai 25 telah berhenti menonton sepak bola dan lebih suka bermain dengan smartphone. Itu benar-benar mengubah anak-anak kita."
"Saya tidak mengatakan bahwa kebiasaan menonton sepak bola langsung di stadion akan mati, tetapi sekarang kita memiliki 'stadion virtual', yang dapat menarik miliaran orang untuk bermain melawan satu sama lain."
"Siapa yang tahu apakah kita akan berhasil membawa mereka kembali ke jalur olahraga terbesar dan paling berpengaruh di dunia?" tandasnya.
ADVERTISEMENT