kumparan
25 Jun 2018 19:38 WIB

Ikrar Guerrero untuk Peluk Jedinak Saat Peru vs Australia

Kapten Peru, Paolo Guerrero. (Foto: REUTERS/Jason Cairnduff)
Sudah tidak ada harapan tersisa bagi Tim Nasional (Timnas) Peru di Piala Dunia 2018. Dengan menelan kekalahan dalam dua laga awal Grup C, Peru dipastikan tidak akan lolos ke babak selanjutnya.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, pertandingan grup terakhir melawan Australia di Fisht Stadium, Selasa (26/6/2018) pukul 21:00 malam WIB, tidak lantas menjadi tanpa makna buat kapten Peru, Paolo Guerrero. Bagi pemain berusia 34 tahun ini, ada 'misi' lain yang ingin dilakukan kepada salah satu penggawa Socceroos.
Guerrero berjanji untuk memeluk kapten Australia, Mile Jedinak, yang memberikan dukungan agar dirinya tampil di Piala Dunia 2018. FIFA memang sempat memberikan sanksi larangan bermain akibat kasus doping Guerrero sebelum mencabutnya menjelang turnamen di Rusia bergulir.
Atas kasus dopingnya, eks penyerang Bayern Muenchen tersebut dijatuhi larangan bermain selama 14 bulan. Berkat dukungan Mile Jedinak bersama Hugo Lloris dan Simon Kjaer yang menandatangani surat kepada FIFA, Guerrero diizinkan bermain di Piala Dunia 2018.
ADVERTISEMENT
"Saya belum punya kesempatan untuk berterima kasih secara langsung kepada dia (Jedinak). Saya berharap bisa melakukan itu sebelum pertandingan besok dan saya harap bisa berbincang dengannya. Saya sangat berterima kasih kepadanya," kata Guerrero sebagaimana dilansir oleh Reuters.
"Sama seperti pesepak bola lainnya, saya pikir kami harus saling mendukung satu sama lain. Saya berharap bisa berterima kasih langsung secara pribadi," tuturnya menambahkan.
Sosok Guerrero memang cukup tenar di Peru. Dia adalah veteran dengan koleksi 86 penampilan sekaligus top scorer Peru sepanjang masa dengan koleksi 32 gol. Sayang, kehadiran Guerrero rupanya belum bisa membuat Peru berbicara banyak di Piala Dunia edisi ini.
Meski begitu, Guerrero menyebut bahwa rekan-rekannya akan bertanding melawan Australia dengan penuh kebangaan. Dia pun menegaskan tak akan membiarkan lawan dengan mudahnya memetik kemenangan.
ADVERTISEMENT
Di lain sisi, Australia memang butuh kemenangan untuk memperbesar peluang lolos ke babak 16 besar. Kini, mereka tertahan di posisi ketiga dengan raihan satu poin. Peluang masih ada karena cuma terbentag jarak tiga angka dengan Denmark di posisi kedua. Sementara itu, Prancis sudah dipastikan melangkah ke babak selanjutnya berkait koleksi enam poin.
"Kami sangat kecewa setelah gugur. Hasil ini sangat sulit diterima setelah kami bermain dengan keras. Namun, saya melihat semua rekan-rekan saya tidak akan menyerah begitu saja. Mereka tidak mau pulang dengan tangan kosong."
"Kami optimistis bisa mewujudkannya dan ingin pulang dengan setidaknya membawa tiga poin. Jadi kami bisa sedikit memberikan kebahagiaan buat para pendukung yang sudah datang jauh-jauh dan menyaksikan kami di rumahnya masing-masing," pungkas Guerrero.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan