kumparan
22 Feb 2019 14:00 WIB

Inter Menang karena Pemain Tampil Hebat, Bukan karena Masalah Icardi

Pemain-pemain Inter merayakan gol Ivan Perisic. Foto: Miguel MEDINA / AFP
Kemenangan 4-0 atas Rapid Wien memantik sorak Giuseppe Meazza. Internazionale Milan memastikan tiket babak 16 besar Liga Europa 2018/19 berkat torehan mayor pada laga yang berlangsung pada Jumat (22/2/2019).
ADVERTISEMENT
Matias Vecino, Andrea Ranocchia, Ivan Perisic, dan Matteo Politano adalah empat penggawa yang melesakkan gol ke gawang Rapid. Dengan kemenangan telak ini, Inter menutup babak 32 besar Liga Europa dengan agregat kemenangan 5-0.
Kemenangan besar ini jelas bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada pertandingan leg pertama. Kala itu, Inter kesulitan untuk menembus sinergi pertahan Rapid. Walau membuat 13 upaya tembakan di sepanjang laga, Inter cuma mampu menyegel satu gol. Itu pun via sepakan penalti Lautaro Martinez.
Ketiadaan Mauro Icardi, sang penyerang andalan, dinilai sebagai alasan mengapa keran gol Inter pampat. Kecenderungannya, mereka acap membangun serangan dari area sayap lewat umpan-umpan pendek yang ternyata dapat dimentahkan oleh para penggawa Rapid.
ADVERTISEMENT
Pemain-pemain Inter merayakan kemenangan atas Rapid Wien. Foto: REUTERS/Daniele Mascolo
Hanya, persoalan tadi benar-benar tuntas pada laga leg kedua ini. Enam dari 13 percobaan tembakan Inter tepat sasaran, bahkan empat dari enam upaya itu berbuah gol.
Perubahan signifikan ini pun diakui oleh sang pelatih, Luciano Spalletti. Ia menjelaskan bahwa kemenangan besar ini dapat direngkuh berkat kesatuan antar-lini di sepanjang laga.
Penampilan Inter pada leg pertama memang mengecewakan. Yang paling kentara adalah keberadaan jarak yang lebar antara para full-back dan lini serang. Saat menyerang, kedua full-back gagal untuk menggenjot agresivitas karena mereka cenderung mengambil posisi di depan lini kedua Rapid.
Sementara, gelandang serang dan satu penyerang Inter seperti terisolir di area pertahanan lawan. Kesalahan penempatan posisi inilah yang dituntaskan oleh Spalletti pada laga leg kedua. Ia pun mengakui, para pemainnya bermain dengan meminimalisir kesalahan.
ADVERTISEMENT
"Saya ingin semua orang melihat kemenangan ini dari sudut pandang yang benar. Kemenangan berhasil diraih karena para pemain bertanding sambil berusaha sekuat mungkin meminimalisir kesalahan. Tetap ada eror, tapi tidak sebanyak sebelumnya," jelas Spalletti, dilansir Football Italia.
Spalletti dan Icardi "berpisah jalan". Foto: Reutes/Jennifer Lorenzini
Frasa sudut pandang yang benar disinggung Spalletti karena publik menilai kemenangan ini berkaitan dengan prahara Icardi. Kisruh yang terjadi antara manajemen dan sang (mantan) kapten melahirkan motivasi baru bagi para pemain untuk bangkit dan tetap memperjuangkan tim mereka.
"Tidak adil untuk menyinggung hal lain terkait kemenangan ini. Sudahlah, kita tidak perlu membicarakan masalah itu terus-menerus. Mari fokus pada para pemain yang tampil hebat hari ini," ucap Spalletti.
"Kami ingin menjadikan tekad untuk sampai ke level yang lebih tinggi sebagai kultur di tim ini. Tak boleh naik-turun, harus naik secara konsisten. Sepertinya ada banyak pihak yang memandang kami sebagai tim yang tidak mampu memegang kesuksesan dalam waktu lama. Makanya, kami harus bekerja keras untuk memperbaiki ini semua," jelas Spalletti.
ADVERTISEMENT
Kemenangan ini tentunya menjadi modal yang baik bagi Inter untuk kembali berjibaku dengan laga Serie A 2018/19. Mereka akan bertandang ke markas Fiorentina pada pekan ke-25.
Pertandingan tersebut menjadi panggung terbaik bagi Inter untuk membuktikan bahwa mereka adalah tim konsisten. Pasalnya, dalam lima duel Serie A terbaru, mereka hanya sanggup membukukan dua kemenangan. Sisanya tuntas dengan satu seri dan dua kekalahan.
Jadwal pertandingan sepak bola Eropa pekan ini. Foto: Basith Subastian/kumparan
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan