kumparan
16 September 2018 13:22

Isco Mulai Dicadangkan: Masih Ada Pemain yang Lebih Baik

Isco
Isco pada sesi latihan. (Foto: Miguel Vidal/Reuters)
Kedatangan pelatih Julen Lopetegui ke Real Madrid malah menjadi kabar buruk untuk Francisco Román Alarcon Suarez alias Isco. Bukannya mendapatkan peran krusial, sang gelandang malah tergusur ke bangku cadangan.
ADVERTISEMENT
Isco sebetulnya merupakan salah satu 'anak emas' Lopetegui ketika menukangi Timnas Spanyol. Fleksibilitas pemain 26 tahun menjadi salah satu faktor. Di era Lopetegui, dia sempat dioperasikan sebagai winger kiri, kanan, atau gelandang tengah.
Maka itu, Isco diprediksi kembali menjadi pemain kunci Madrid seiring kehadiran Lopetegui. Terlebih lagi, dia sudah menjadi pemain inti pada 2017/18 atau musim terakhir Zinedine Zidane dengan catatan 49 pertandingan (2.957 menit).
Ternyata tidak begitu. Dua laga terakhir di La Liga, Isco sekadar masuk sebagai pemain pengganti. Teraktual, dia mendapatkan jatah 29 menit terakhir laga di markas Athletic Bilbao, Sabtu (15/9/2018).
Isco
Isco bersama Juan Lopetegui. (Foto: REUTERS/Jon Nazca)
Di tengah, Lopetegui memasang Luka Modric, Toni Kroos, dan Dani Ceballos. Sementara, trisula lini depan terdiri dari Marco Asensio, Karim Benzema, dan Gareth Bale. Dari nama-nama tersebut, Isco pun memaklumi keputusan Lopetegui mencadangkan dirinya.
ADVERTISEMENT
"Jurnalis seolah-olah membicarakan bagaimana Lopetegui memilih Isco dan 10 pemain lainnya. Padahal, tidak cuma saya di tim ini. Masih ada beberapa rekan setim yang lebih baik daripada saya dan itulah alasan pelatih memilihnya," tutur Isco seperti dilansir oleh Marca.
"Musim berlangsung panjang, maka kami harus bersiap. Karena sesuai kata pelatih, penting agar semua pemain siap tampil demi memeuhi tujuan," katanya menambahkan.
Untungnya Isco memberikan dampak signifikan. Dia mencetak gol tandukan dengan menyambut umpan silang Gareth Bale pada menit ke-64. Lesakan ini membuat kedudukan menjadi 1-1, sekaligus menjadi skor akhir pertandingan.
Bagi Isco yang memiliki postur cuma setinggi 176 sentimeter, gol tandukan tergolong istimewa. Namun, eks pemain Malaga ini meminta publik untuk meragukan kemampuannya dalam melakoni duel udara.
ADVERTISEMENT
"Saya memang tidak sering mencetak gol lewat kepala, tetapi tetap selalu mencoba. Lima tahun lalu, pada laga pertama bersama Madrid, saya juga mencetak gol tandukan," pungkas Isco.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan