Bola & Sports
·
7 Juli 2021 14:57
·
waktu baca 1 menit

Jacksen Menangis saat Boaz Solossa & Tinus Pae Minta Maaf Usai Indisipliner

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jacksen Menangis saat Boaz Solossa & Tinus Pae Minta Maaf Usai Indisipliner (721997)
searchPerbesar
Jacksen F. Tiago, pelatih Persipura Jayapura Foto: Instagram @jaksen_tiago
Boaz Solossa dan Yustinus Pae resmi dicoret Persipura Jayapura karena indisipliner. Momen ini disesali sejumlah pihak, termasuk Jacksen F. Tiago selaku pelatih tim 'Mutiara Hitam' yang menangis saat melihat keduanya meminta maaf.
ADVERTISEMENT
Persipura mencoret Boaz dan Pae karena keduanya disebut telah melakukan tindakan indisipliner. Pihak manajemen klub dan Jacksen sendiri tidak merinci secara detail apa tindakan indisipliner yang dimaksud.
Mereka hanya bisa menggambarkan bahwa tindakan Boaz dan Pae adalah sesuatu yang berat. Walau begitu, Jacksen menuturkan bahwa kedua pemain itu telah meminta maaf. Sang pelatih asal Brasil pun larut dalam haru.
"Permintaan saya ke manajemen adalah mohon saya berbicara dengan mereka face to face. Mereka sudah minta maaf, saya menangis karena sedih. Saya sampaikan mohon maaf saya tidak bisa membela kalian kali ini," kata Jacksen pada konferensi pers Rabu (7/7).
Jacksen Menangis saat Boaz Solossa & Tinus Pae Minta Maaf Usai Indisipliner (721998)
searchPerbesar
Momen Boaz Solossa (tengah) bersama Persipura Jayapura Foto: Dok. Liga Indonesia
"Mereka mengerti sekali apa yang terjadi dan mereka tahu itu kesalahan yang berat. Kasusnya sangat berat, sehingga saya bilang mohon maaf tidak bisa membela kalian, saya bicara begitu. Saya sampaikan mereka mengerti dan sulit mau buat apa lagi," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Jacksen F. Tiago tetap menyampaikan doa terbaiknya untuk Boaz Solossa dan Yustinus Pae. Sebab biar bagaimanapun, dua nama itu telah menjadi bagian dari keluarga besar Persipura dari tahun ke tahun.
"Harapan saya cuma satu. Doa terbaik saya untuk mereka karena mereka bukan sekadar pemain buat saya. Kami adalah keluarga besar yang sudah lama berkumpul," tutur Jacksen.
"Jujur saya sedih. Saya terus berpikir tentang mereka. terutama nasib keluarga mereka," tandasnya.
***