kumparan
Bola & Sports7 Februari 2020 19:11

Jadi, Tim Premier League Mana yang Jago Manfaatkan Pressing?

Konten Redaksi kumparan
Tottenham Hotspur melawan Manchester City-PTR
Pemain Tottenham Hotspur Dele Alli berebut bola dengan pemain Manchester City Nicolas Otamendi pada lanjutan Premier League di Stadion Tottenham Hotspur. Foto: REUTERS / David Klein
Pressing merupakan cara terbaik untuk mengamati seberapa efektif permainan sebuah tim. Sebab, kala diserang, tim bisa memutus serangan dengan pressing. Di lain sisi, banyak tim membangun serangan dari bawah supaya lawan membuka celah saat pressing.
ADVERTISEMENT
Pertanyaannya, siapa yang terbaik dan terburuk dalam urusan pressing di Premier League musim ini?
Baru-baru ini, Telegraph merilis data shot ending high turnover di ajang Premier League. Oke, data apa ini?
Sederhananya, dari data ini terlihat seberapa banyak suatu tim melepas tembakan usai sukses merebut bola di area pertahanan lawan dan sebaliknya.
Mari membahas tim mana yang paling sering menerima tembakan usai kehilangan bola di area defensive third terlebih dahulu. Paling atas, Bournemouth dengan 32 tembakan, lalu Norwich City di angka 28, Aston Villa 27, Crystal Palace 26 dan.... Arsenal 23.
Wahai fans Arsenal, jangan mengernyitkan dahi dahulu. Pasalnya, 22 dari 23 tembakan dalam skenario ini muncul sebelum Arsenal diarsiteki Mikel Arteta. Ini jelas menandakan Arteta telah membawa Arsenal ke trek yang tepat dalam sektor pertahanan.
ADVERTISEMENT
Lantas, tim mana yang paling sedikit menerima tembakan usai kehilangan bola di area pertahanan sendiri? Secara tidak mengejutkan, Manchester City dengan 10 tembakan.
Arsenal
Lima pemain muda andalan Arsenal dalam satu bingkai. Foto: Reuters/John Sibley
Menariknya, ada Watford, Burnley dan Everton di belakang City. Ini bisa terjadi karena ketiga tim ini sendiri lebih suka membangun serangan lebih direct. Watford hanya menerima 11 tembakan, sementara Burnley dan Everton menerima 13 tembakan.
Liverpool menjadi yang terbaik nomor keenam dalam urusan ini bersama Chelsea dan Wolverhampton Wanderers. Tim besutan Juergen Klopp itu menderita 18 tembakan usai kehilangan bola di sepertiga pertahanan sendiri.
Sementara Manchester United menerima 21 tembakan dengan cara seperti ini, lalu Tottenham Hotspur dan Leicester City di angka 22.
Arsenal (PTR)
Pemain Arsenal, Alexandre Lacazette, tertunduk lesu. Foto: REUTERS/Eddie Keogh
Sekarang tengok tim mana yang paling sedikit melepas tembakan usai memenangi bola di final third. Kembali, Arsenal menjadi tim terburuk dalam urusan ini. Pierre-Emerick Aubameyang cs. hanya melepas 11, sama seperti West Ham United.
ADVERTISEMENT
Di Arsenal era Arteta, menurunnya kualitas para penyerang masih menjadi masalah. Sebagai bukti, di 4 laga liga terakhir, penyerang Arsenal hanya bisa mencetak gol pada 2 laga.
Di belakang Arsenal dan West Ham, ada Sheffield United dengan 12 tembakan, Newcastle United 13, dan Brighton and Hove Albion 14.
City masih menjadi yang terbaik dalam urusan melepas tembakan usai memenangi bola di final third. The Citizens tercatat sudah melepas 34 tembakan. Nah, di belakang City ada Liverpool dengan catatan 32 tembakan.
Liverpool vs City
Manchester City masih rival terberat Liverpool berburu gelar juara Premier League. Foto: Reuters/Phil Noble
Di belakang kedua tim itu ada Southampton dengan 27 tembakan. Agresivitas inilah yang menjadi faktor kunci mengapa tim binaan Ralph Hasenhuetl tersebut bisa berada di posisi ke-13.
Lantas, apa kabar tim-tim enam besar Premier League yang lain? Chelsea 24 tembakan, Leicester 23. Sementara, Spurs dan United sama-sama di angka 18.
ADVERTISEMENT
===
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini.
Bagi yang mau nonton langsung siaran liga Inggris bisa ke MolaTV dan bagi yang ingin merasakan kemeriahan Nobar Supersoccer bisa cek list schedule nya di SSCornerID.
Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersi original.