kumparan
14 Jan 2018 15:29 WIB

Jelang Lawan Liverpool, Pep Guardiola Mengobral Pujian

Guardiola pada sebuah laga di Liga Champions. (Foto: Oli Scarff/AFP)
Sudah terbukti sebelumnya bahwa Manchester City memang lebih kuat dari Liverpool. Pada pertandingan di paruh pertama musim 2017/18, The Citizens sukses melumat The Reds lima gol tanpa balas.
ADVERTISEMENT
Kekalahan telak itu kemudian membuat Liverpool sempat mengalami masa sulit di mana mereka hanya mampu menang di dua laga dalam sembilan pertandingan. Namun, setelah sukses menang atas Huddersfield Town, situasinya berbalik bagi Liverpool. Kini, anak-anak asuh Juergen Klopp itu tengah berada dalam rentetan hasil tak terkalahkan dalam 15 pertandingan di Premier League dan Liga Champions.
Situasinya pun kini sudah berbeda. Memang, pada pertemuan pertama dengan City, Liverpool juga tidak diperkuat Philippe Coutinho. Akan tetapi, ketika itu pemain asal Brasil tersebut tidak bermain karena cedera. Sedangkan, kini setelah membawa Liverpool meraup rentetan hasil positif, pemain 25 tahun tersebut memilih untuk hijrah ke Barcelona.
Namun, bagi manajer City, Pep Guardiola, Liverpool tidak lebih lemah dibandingkan ketika mereka masih memiliki Coutinho.
ADVERTISEMENT
"Kupikir kualitas Coutinho sudah tak perlu lagi diragukan. Kupikir, Barcelona sudah berhasil mendatangkan pemain hebat yang cocok dengan gaya bermain mereka. Namun, kini Liverpool punya sumber daya yang cukup dan tentu saja mereka bakal bergerak di bursa transfer dan Juergen (Klopp) tahu persis apa yang dia butuhkan," kata Guardiola seperti disitat dari The Independent.
"Liverpool saat ini tetap merupakan tim yang luar biasa. Pada musim ini, mereka sering bermain tanpa Coutinho, baik itu karena cedera atau lain hal, dan mereka tetap selalu mampu tampil stabil. Kepergian Coutinho takkan mengubah opiniku tentang mereka."
Tak cuma itu, bagi Guardiola, ada salah satu alasan lain mengapa Liverpool sebenarnya tidak melemah dan alasan tersebut adalah kedatangan Virgil van Dijk. Pemain asal Belanda itu didatangkan dari Southampton dengan banderol 75 juta poundsterling untuk sekaligus menjadi bek termahal dunia.
ADVERTISEMENT
"Ketika aku melihat Liverpool, aku melihat sebuah tim yang ingin bermain dengan cara mereka sendiri. Merekalah yang memutuskan apa yang jadi kelebihan serta kekurangan mereka. Mereka adalah tim yang ketika bek kami sedang menguasai bola, (Mohamed) Salah, (Sadio) Mane, dan (Roberto) Firmino bakal berusaha merebut bola. Dan tentu saja, dengan kehadiran Van Dijk, bangun serangan mereka bakal jadi lebih baik," kata Guardiola.
Guardiola tak berhenti di situ. Sebelum bertandang ke Anfield, Minggu (14/1/2018), dia tak henti-hentinya memberi pujian bagi Liverpool.
Liverpool vs Manchester City. (Foto: Associated Press)
"Tentu saja, Juergen Klopp adalah ahlinya serangan balik, sehingga mereka adalah tim yang mampu sampai di area pertahanan lawan hanya dengan tiga atau empat sentuhan. Salah dan Mane bakal sangat merepotkan kami, terlebih ketika kami kehilangan bola di area berbahaya."
ADVERTISEMENT
"Kini, Coutinho dan talenta yang dimilikinya itu sudah tak lagi ada di lini tengan Liverpool. Namun, dengan kembaliknya (Georginio) Wijnaldum, Emre Can, dan (Adam) Lallana, mereka bakal punya suntikan energi dahsyat. Mereka kuat dan sangat bagus dalam situasi bola-bola mati."
"Kupikir, Liverpool yang sekarang ini bermain seperti Liverpool di masa lalu. Para suporter mereka selalu ingin timnya bermain menyerang dan mereka harus mempertahankan sejarah. Di era 1980-an, mereka mendominasi sepak bola. Kupikir, mereka sedang berusaha untuk menghormati itu."
"Beberapa tim memilih untuk bermain bertahan melawan kami, Liverpool bermain bagus melawan kami. Mereka berani untuk mencoba dan kami akan melakukan hal yang sama," tandas Guardiola.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan