Jerman Gagal di Piala Dunia 2018, Loew Tetap Dipertahankan

Kegagalan Jerman di Piala Dunia 2018 tak berdampak apa pun untuk jabatan Joachim Loew sebagai pelatih. Meski Die Mannschaft tak lolos ke fase gugur dan cuma jadi juru kunci Grup F, Loew nyatanya tetap dipertahankan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB).
Jerman layak untuk disebut gagal total di Rusia. Berada di grup yang sama dengan Meksiko, Swedia, dan Korea Selatan, Jerman cuma bisa menang satu kali --hanya Swedia yang mampu mereka taklukkan. Itu pun dengan usaha ekstrakeras.
Menghadapi Meksiko dan Korea Selatan, Jerman tak berdaya. Mereka keok 0-1 dari El Tri dan dihajar 0-2 oleh Son Heung-Min dan kolega. Tiga poin tak berhasil membawa mereka ke babak 16 besar, sebaliknya justru menuju bandar udara.
Setelah kegagalan itu, rumor tentang bakal dicopotnya Loew dari kursi pelatih Jerman beredar. Meski, pria berusia 58 tahun itu baru saja menandatangani kontrak baru berdurasi empat tahun pada Mei lalu, satu bulan sebelum Piala Dunia 2018 dimulai.

Namun pada akhirnya, setelah melalui pelbagai pertimbangan, DFB memutuskan tetap mempertahankan dan memberi kepercayaan pada Loew untuk mengarsiteki Manuel Neuer dan kolega.
"Kami semua sangat yakin bahwa dengan Jogi Loew, kami memiliki pelatih nasional yang akan menganalisis (situasi) dengan sangat tepat, mengambil langkah yang tepat, dan memimpin tim kami kembali ke jalan menuju sukses," ujar Presiden DFB, Reinhard Grindel, seperti dilansir Reuters.
Loew sendiri sudah ditunjuk sebagai pelatih Jerman sejak 2006, selepas Piala Dunia. Sejak itu, prestasinya terbilang sukses. Dalam lima turnamen mayor (Piala Dunia 2010 dan 2014, Piala Eropa 2008, 2012, dan 2016) sebelum Piala Dunia 2018 ini, Jerman selalu berhasil menembus fase semifinal.
Pada Piala Eropa 2008 bahkan mereka menembus partai final sebelum kalah dari Spanyol dan pada Piala Dunia 2014 lalu Jerman dibawanya jadi juara dunia untuk keempat kali. Sayangnya, raihan impresif itu tak berlanjut di Rusia.
Kini, pada kesempatan keduanya, akankah Loew berhasil membawa Jerman garang kembali dan meraih prestasi-prestasi berikutnya?
