kumparan
8 Nov 2018 12:50 WIB

Jose Mourinho soal Gesturnya: Saya Diejek 90 Menit

Gestur Jose Mourinho pada laga versus Juventus. (Foto: Stefano Rellandini/Reuters)
Bukan Jose Mourinho namanya kalau tidak bikin cerita yang 'ada-ada saja'. Yang terbaru ini adalah soal gesturnya di akhir laga Juventus vs Manchester United, Kamis (8/11/2018) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
Sebetulnya, ada banyak cerita dari pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan United itu. Dua di antaranya adalah bagaimana Cristiano Ronaldo dan Paul Pogba --eks United dan Juventus yang kini 'bertukar kostum-- sama-sama merayakan gol. Ronaldo merayakan gol yang dicetaknya pada menit ke-65, sementara Pogba merayakan gol bunuh diri Alex Sandro menjelang akhir babak kedua.
Tidak ada tabu malam itu. Anggapan bahwa Ronaldo atau Pogba bakal "menghormati" mantan tim masing-masing jadi abu dengan perayaan-perayaan gol itu.
Lalu, ada Mourinho...
Bukan rahasia apabila Mourinho punya bau Internazionale Milan yang membekas pada jejak kariernya. Inter, seperti yang kita tahu, adalah musuh bebuyutan Juventus. Maka, jangan heran kalau para suporter Juventus mem-bully-nya.
ADVERTISEMENT
Di Manchester pun seperti itu. Kendati berstatus sebagai suporter tandang, para tifosi Juventus --yang ditempatkan di tribune di pojok Old Trafford-- tidak henti-hentinya mencemooh. Meski United kalah 0-1 pada laga tersebut, Mourinho tetap menunjukkan gestur penentangan: Ia mengacungkan tiga jari ke arah pendukung Juventus, tanda bahwa Inter-nya dulu pernah meraih treble dan The Old Lady belum pernah.
Itu kejadian dua pekan silam. Pada pertandingan di Juventus Stadium dini hari WIB tadi, Mourinho lagi-lagi "berperang" dengan suporter Juventus. Tak lama setelah pertandingan berakhir, dia menaruh tangan di belakang telinganya sembari menoleh ke arah pendukung Juventus. Ia seolah-olah ingin berkata: "Mana? Saya mau dengar hinaan kalian sekarang!"
Pada konferensi pers seusai laga, Mourinho pun bersuara soal gesturnya itu.
ADVERTISEMENT
Halo, saya menang! (Foto: REUTERS/Stefano Rellandini)
"Saya diejek selama 90 menit. Saya cuma fokus pada pekerjaan saya, tidak lebih. Pada akhirnya, saya tidak mengejek siapa-siapa," ucapnya seperti dilansir The Guardian.
"Gestur saya itu berarti, saya ingin mendengar mereka (bersuara) lebih kencang lagi. Saya tidak akan melakukannya lagi."
"Tapi, saya datang ke sini sebagai seorang profesional, dan orang-orang itu malah mengejek keluarga saya. Itu mengapa saya bereaksi demikian," kata pelatih asal Portugal ini.
Dengan kemenangan di Turin, United berada di posisi kedua Grup H dengan nilai 7. Mereka tertinggal dua angka di belakang Juventus yang masih memuncaki klasemen.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan