kumparan
15 April 2019 0:23

Karamkan Chelsea, Liverpool Kembali ke Peringkat Pertama

Liverpool vs Chelsea
Mohamed Salah berkata dalam hati, "Alhamdulillah, Ya Allah." Foto: REUTERS/Phil Noble
Rupanya, perkataan Juergen Klopp benar adanya. Liverpool telah move-on dari momen Gerrard kepleset saat laga versus Chelsea di Anfield lima tahun silam.
ADVERTISEMENT
Melawan tim yang sama di tempat sama pula pada Minggu (14/4/2019) malam WIB, Liverpool menunjukkan determinasi berbeda. Sehingga, mereka pun bisa menyegel kemenangan 2-0 berkat gol Sadio Mane dan Mohamed Salah. Kemenangan atas Chelsea di Anfield ini merupakan yang pertama bagi Liverpool sejak 2012.
Dengan hasil ini, persaingan juara Premier League kian memanas. Liverpool kembali ke puncak klasemen Premier League dengan total 85 poin, atau unggul 2 poin atas Manchester City. Sementara, Chelsea tetap di peringkat keempat dengan 66 poin.
***
Untuk laga ini, Klopp sedikit memodifikasi susunan kesebelasan Liverpool dari laga berakhir kemenangan 2-0 atas FC Porto, Rabu (10/4/2019). Joel Matip menggantikan Dejan Lovren sebagai tandem Virgil van Dijk di posisi bek tengah. Kemudian Andrew Robertson menggantikan James Milner di full-back kiri.
ADVERTISEMENT
Untuk lini tengah, sama sekali tidak ada perubahan. Fabinho Tavares berdiri di posisi gelandang bertahan. Jordan Henderson menjadi gelandang kanan dengan peran box-to-box. Lalu Naby Keita – yang selalu mencetak satu gol dalam dua laga terakhir – menjadi gelandang pengatur tempo.
Kemudian Mohamed Salah dan Sadio Mane beroperasi di sayap kanan dan kiri. Roberto Firmino masih menjadi paling depan dengan mengemban tugas khas seorang false nine – membuka ruang dan turut menekan ketika tim diserang.
Seperti Liverpool, Chelsea juga masih tampil dengan formasi andalan 4-3-3 pada laga ini. Walau begitu, bukan berarti tidak ada kejutan dari skuat besutan Maurizio Sarri. Di lini tengah, Ruben Loftus-Cheek menemani N’Golo Kante dan Jorginho.
ADVERTISEMENT
Sementara, Chelsea tak tampil dengan striker murni pada laga ini. Karena Eden Hazard kembali ditugaskan sebagai false nine. Untuk membantu eks pemain LOSC Lille itu, Willian Borges dan Callum Hudson-Odoi menghuni sektor sayap kiri dan kanan.
Dengan skuat seperti ini, alur laga bermula dengan sengit. Liverpool boleh memiliki 63% penguasaan bola selama babak pertama. Namun, The Reds cuma bisa melancarkan 4 tembakan. Bandingkan dengan Chelsea, yang sanggup melepas tiga tembakan di paruh pertama.
Dari perbedaan penguasaan bola itu, terlihat jelas bahwa kedua tim memiliki perbedaan gaya bermain selama babak pertama. Liverpool mulanya mengandalkan kombinasi umpan pendek dari pinggir, kemudian juga mencoba serangan dari tengah, sebelum pada akhirnya suka melepas umpan lambung di akhir babak pertama.
ADVERTISEMENT
Salah satu kans emas Liverpool tercipta pada menit ke-39. Memanfaatkan umpan tanggung David Luiz kepada Loftus-Cheek, Mohamed Salah dapat merebut bola di tengah lapangan. Setelahnya, The Egyptian King mendribel bola hingga mendekati kotak penalti.
Tak lama, Salah melancarkan umpan lambung yang dialamatkan kepada Mane. Sayangnya, tembakan eks pemain RB Salzburg itu meleset beberapa sentimeter dari gawang yang dikawal Kepa Arrizabalaga.
Liverpool vs Chelsea, Virgil van Dijk
Virgil van Dijk, benteng pertahanan Liverpool. Foto: Action Images via Reuters/Lee Smith
Sementara, Chelsea mengandalkan serangan balik cepat untuk mencetak gol. Keputusan ini diambil karena tak jarang Virgil van Dijk menjadi pemain Liverpool yang berdiri paling belakang. Seperti Liverpool, Chelsea juga memiliki satu kans emas di babak pertama.
Tepatnya pada menit ke-31, David Luiz menginisiasi serangan balik cepat usai Fabinho salah melepas umpan. Setelahnya, Willian bergerak mencoba melewati Van Dijk. Akan tetapi, ketika telah berada di kotak penalti, Willian tampak kebingungan.
ADVERTISEMENT
Kondisi ini tak disia-siakan Matip dan Henderson untuk turut mundur demi menutup ruang tembak ke gawang Liverpool. Pada akhirnya, Willian melepas tembakan yang berakhir dengan skor 0-0.
Di tengah berjalannya babak pertama, Antonio Ruediger terpaksa digantikan Andreas Christensen pada menit ke-40. Sebab, 20 menit sebelumnya, Ruediger sempat mendapatkan penanganan medis di tengah lapangan. Hanya saja, eks bek AS Roma itu sempat menolak untuk diganti. Babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Liverpool vs Chelsea
Momen ketika Sadio Mane membobol gawang Chelsea. Foto: Action Images via Reuters/Lee Smith
Di babak kedua, Liverpool langsung tancap gas dan Chelsea kesulitan mengimbanginya. Alhasil, gol Liverpool tercipta pada menit ke-51. Prosesnya bermula dari langkah brilian Henderson bergerak ke sisi kanan sebelum melepas umpan lambung ke kotak penalti. Umpan ini kemudian berujung gol setelah menyentuh kepala Mane.
ADVERTISEMENT
Dua menit setelah gol itu, yel-yel untuk Salah menggema seantero Anfield. Semua gara-gara langkah nekat eks pemain Fiorentina itu melepas tembakan dengan jarak 25 yard dari kotak penalti. Tembakan itu, tentu saja, berujung gol.
Setelah tertinggal dua gol, bukan berarti Chelsea menyerah pada keadaan. Hazard bahkan sempat berada dalam situasi satu lawan satu pada menit ke-58. Sayangnya, upayanya berakhir dengan bola mengenai tiang. Setelah momen itu, Liverpool memegang kemudi laga dan menang 2-0 di akhir cerita.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan