kumparan
11 Juli 2019 17:15

Karena Jakmania Ada untuk Persija

Persija Jakarta, Persib Bandung
Suporter Persija Jakarta yang datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Hari ini kutinggalkan pekerjaan
Siap-siap untuk nonton pertandingan
Orang bilang aku ini kesurupan
ADVERTISEMENT
Demi Persija apa pun kulakukan
Chant yang sering berkumandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) itu, memang benar adanya. Untuk Persija, Jakmania rela mengorbankan apa saja.
Rabu (10/7/2019), cuaca Jakarta cukup terik. Tapi, matahari tak mengganggu semangat dan niat Jakmania mengantre dalam penukaran tiket. Semua dilakukan untuk menonton Persija berlaga.
Niat Jakmania semakin bulat lantaran lawan yang dihadapinya adalah sang bebuyutan, Persib Bandung. Jakmania tentunya haus, apalagi sudah lima tahun lamanya mereka tak bisa menyaksikan Persija vs Persib di stadion termegah di ibu kota.
Persija Jakarta, Persib Bandung  (NOT COVER)
Pemain Persija Jakarta Feby Eka (kanan) berebut bola dengan Persib Bandung pada laga pertandingan Liga 1 2019, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Loket dibuka pukul 09.00 WIB, tetapi ratusan Jakmania sudah berkumpul sebelum panitia resmi membukanya. Salah satu orang yang menunggu cukup lama adalah Amanur.
ADVERTISEMENT
Pria yang bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta ini sudah datang sejak pukul 08.30 WIB. Hingga pukul 10.30 WIB, dia masih mengantre untuk mendapatkan gelang sebagai akses masuk stadion.
Amanur rela menghabiskan dua jam karena laga melawan Persib penuh dengan gengsi. Sampai-sampai dia memutuskan cuti, mengingat sepak mula pertandingan dilakukan pada jam kerja normal.
"Hari ini saya izin tidak masuk, saya sudah izin dari Minggu untuk bisa menonton Persija," ujarnya kepada kumparanBOLA.
Amanur yang datang dari Sawah Besar, Tangerang Selatan, tidak sendirian. Bersama dua rekan yang lain, dia mengantre untuk menyaksikan pertandingan di kategori satu Stadion Utama GBK.
"Saya tahu ini spesial, jadi harus datang dan menyaksikan laga," ucap Amanur lagi.
ADVERTISEMENT
Tak hanya Amanur yang bersiap sedemikian rupa untuk menyambut laga Persija vs Persib. Jakmania wilayah Kebon Jeruk juga berbondong-bondong menuju stadion untuk menyaksikan laga yang sering digadang-gadang sebagai El Clasico-nya Indonesia itu.
Minimarket di sekitar Jalan Pos Pengumben menjadi titik kumpul mereka. kumparanBOLA yang hadir sedari pukul 12.15, merasakan atmosfer kekeluargaan di antara mereka. Tua muda, anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak bersatu dan siap untuk menyaksikan laga Persija vs Persib.
Persija Jakarta, Persib Bandung, Pengamanan
Seorang anggota Polisi memeriksa barang bawaan penonton pertandingan Liga-1 Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu (10/7). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Salah satu Jakmania yang kami temui adalah Indra. Pria yang masih kelas tiga SMA itu menyaksikan Persija dengan rekan-rekannya. Kaus oranye dengan topi cokelat menjadi setelan Indra untuk mendukung 'Macan Kemayoran'.
"Lawannya Persib jadi gue harus nonton ini," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Jam sudah memperlihatkan pukul 13.30. Itu berarti dua jam lagi sepak mula pertandingan akan dimulai. Hanya sekitar satu setengah jam kami menunggu untuk berjalan bersama ke stadion.
Lewat satu komando, mereka bersiap untuk berjalan menggunakan sepeda motor. Ratuasan roda dua pun meramaikan jalan menuju GBK.
Pengawalan dari kepolisian setempat membuat konvoi berjalan aman dan tertib. Smoke bomb dan chant-chant penyemangat didengungkan selama perjalanan.
Tak lama memang konvoi berjalan, toh jarak dari Pos Pengumben Raya menuju GBK tak jauh. Paling-paling hanya 15 menit perjalanan. Tiba di GBK, Jakmania dari mana saja bergabung menjadi satu.
Persija Jakarta melawan Persib Bandung, Suporter
Suporter Persija Jakarta jelang laga melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/7). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Sudah tak ada lagi wilayah yang membedakan mereka. Dengan oranye yang membalut tubuh, tujuan mereka menjadi seragam: Melihat Persija bermain dan meraih kemenangan.
ADVERTISEMENT
Di dalam stadion, chant penyemangat tak berhenti begemuruh. Mereka bernyanyi, coba menebar teror kepada para pemain Persib. Khusus tribune utara-selatan, Jakmania juga membentangkan spanduk serta melakukan koreografi sebagai dukungan untuk tim tuan rumah.
Sayangnya, hanya satu tujuan yang tercapai, yakni menonton Persija. Sementara, asa merayakan kemenangan buyar karena gol Artur Gevorkyan di masa injury time. Persija pun menutup laga dengan skor 1-1.
Bukan berarti Jakmania merusuh hanya karena keinginannya tak terwujud. Seperti anggapan yang berkembang belakangan, Jakmania memang sudah lebih dewasa. Mereka pulang tanpa aksi yang menimbulkan keresahan.
Itulah esensi terpentingnya. Dari menjelang sepak mula sampai setelah peluit panjang, Jakmania membuktikan bahwa mereka ada demi Persija, bukan merenggut nyawa seperti pertemuan kedua tim yang sudah-sudah.
ADVERTISEMENT
So, selamat untuk Jakmania dan bersiaplah menyaksikan Persija vs Persib lainnya di Stadion Utama GBK.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan