kumparan
23 Juli 2019 10:41

Kekuatan Fisik Jadi Senjata Rodri di Manchester City

Rodri
Rodri saat diperkenalkan sebagai pemain Man City. Foto: AFP/Lindsay Parnaby
Rodrigo Hernandez datang ke Manchester City sebagai rekrutan termahal sepanjang sejarah klub dan dia percaya bisa memberikan sesuatu yang selama ini menjadi salah satu kekurangan mereka: kekuatan fisik.
ADVERTISEMENT
Sebagai seorang pemain, Rodri melejit karena kelebihannya dalam bertahan. Dia pun dipandang oleh Pep Guardiola sebagai pelapis serta penerus bagi Fernandinho yang telah menua dan kian rentan didera cedera. Nah, Rodri sendiri yakin bisa melakukan itu, tetapi dia juga percaya bahwa dirinya bisa menawarkan hal berbeda.
"Kupikir dia punya banyak pemain bertalenta tetapi mungkin salah satu hal yang bisa dilakukan tim ini adalah mencoba untuk lebih mengandalkan kekuatan fisik. Kami punya banyak pemain hebat bertubuh kecil dan kamu tidak bisa tahu apakah itu baik atau buruk, tetapi yang jelas memiliki lebih dari satu jenis pemain adalah sesuatu yang bagus," kata Rodri seperti dikutip dari Press Association.
"Sepak bola sekarang sudah berubah. Sekarang kekuatan fisik benar-benar penting. Untungnya aku memiliki hal itu untuk menjalankan peran yang kumiliki. Aku sadar beberapa tahun lalu bahwa aku harus menjadi pemain yang sanggup menyerang dan bertahan jika ingin bermain di Manchester," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Rodrigo Hernandez
Gelandang bertahan anyar Manchester City, Rodrigo Hernandez. Foto: Lindsey Parnaby / AFP
Sebenarnya, kekuatan fisik bukanlah sesuatu yang selalu diasosiasikan dengan Rodri. Bahkan, menurut media-media Spanyol, kekurangan inilah yang jadi alasan mengapa dia dilepas oleh akademi Atletico Madrid dulu. Namun, Rodri membantah anggapan itu.
"Banyak orang yang bertanya padaku soal itu. Aku pindah dari akademi Atletico karena berbagai alasan - yang bukan itu - tetapi itulah yang kemudian muncul di media. Kenyataannya adalah aku sempat mengalami hambatan dalam pertumbuhan. Aku waktu itu belum tumbuh besar seperti teman-temanku. Ketika berumur 16, 17 tahun aku belum besar dan kuat," ungkapnya.
Kini, Rodri sudah memiliki hal tersebut dengan posturnya yang menjulang sampai 190 cm. Dia pun berharap bisa menggunakan itu semua dengan cara yang lebih 'bersih' ketimbang pemain kebanyakan.
ADVERTISEMENT
"Aku tidak biasa melakukan tekel. Aku memang tidak diajarkan melakukan itu. Aku mencuri bola dengan cara lain. Aku melihat banyak pemain yang memutuskan untuk menjatuhkan diri dan melakukan tekel tetapi aku punya badan besar. Kalau aku melakukan itu aku akan kehilangan banyak waktu untuk kembali ke permainan. Makanya aku mencari cara lain," jelas Rodri.
Rodri, Pep
Rodri mendapat instruksi dari Guardiola di laga PL Asia Trophy. Foto: AFP/Hector Retamal
Dengan segala yang bisa dia tawarkan itu Rodri mengaku sudah tak sabar untuk berkompetisi di bawah asuhan Guardiola, tetapi dia sendiri membantah kalau kepindahannya ke Manchester City didasarkan pada keberadaan sang pelatih.
"Kupikir Manchester City adalah satu-satunya tim di Premier League yang menampilkan sepak bola dengan jenis berbeda. Aku suka melihat pemain-pemain ini karena mereka semua hebat. Aku datang ke sini karena untuk karierku ini adalah tim terbaik dan di sinilah aku yakin bisa memenangi sesuatu. Keberadaan Pep memang membantu, tetapi itu bukan yang utama," terangnya.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Rodri sendiri tetap menilai bahwa Guardiola, bersama Diego Simeone di Atletico Madrid, adalah pelatih-pelatih hebat. Rodri pun mengaku bangga dengan pilihan kariernya sehingga bisa bermain di bawah dua sosok tersebut.
"Bayangkan diriku di usia 23 tahun. Aku baru bermain di divisi satu selama tiga tahun dan aku menghabiskan dua di antaranya bersama salah dua pelatih terbaik dalam 20 atau 30 tahun terakhir. Ini sangat bagus untuk perkembanganku dan aku merasa sangat bangga karenanya," tutup Rodri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan