kumparan
30 Juni 2019 7:38

Ketidakadilan Versi Luis Suarez

Luis Suarez gagal mengeksekusi penalti saat Timnas Uruguay menghadapi Peru di perempat final Copa America 2019. Foto: Luis Acosta/AFP
Bagaimana mungkin sebuah tim mampu meraih kemenangan tanpa melakukan tembakan ke arah gawang? Kira-kira pertanyaan itulah yang menghantui Luis Suarez setelah laga Timnas Uruguay vs Peru, Minggu (30/6/2019) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
Dari pertandingan perempat final Copa America 2019 itu, kita bisa melihat bahwa kemenangan dan kekalahan hanya dipisahkan oleh keberuntungan. Dan, Peru-lah yang mendapatkan hoki di Arena Fonte Nova.
Betapa tidak, tim beralias La Blanquirroja tak pernah mengancam gawang Fernando Muslera sepanjang 90 menit. Tiga percobaan yang dilepaskan Peru selalu meleset dari sasaran.
Sebaliknya, permainan Uruguay sungguh berbahaya. Sebanyak 3 tendangan ke gawang lahir dari 12 percobaan yang ditebar La Celeste.
Bahkan, Uruguay sempat menggetarkan jala lawan sebanyak tiga kali via Giorgian de Arrascaeta, Edinson Cavani, dan Suarez. Namun, Dewi Fortuna tak berpihak kepada pasukan Oscar Tabarez lantaran ketiganya dianulir oleh wasit dengan dalil offside.
Timnas Uruguay melakoni adu penalti kontra Peru pada perempat final Copa America 2019. Foto: Ricardo Moraes/Reuters
Nasib sial Uruguay terkonfirmasi via drama adu penalti. Hanya empat eksekutor mereka yang mampu mencetak gol, sedangkan Peru selalu mencatatkan angka berkat kesuksesan lima penendangnya. Peru lantas memenangi adu penalti dan berhak melaju ke semifinal.
ADVERTISEMENT
Berangkat dari fakta-fakta itulah, Suarez sulit menerima kenyataan bahwa Uruguay harus tersingkir dari Copa America 2019.
"Kami bermain lebih baik dan menciptakan begitu banyak peluang. Maka, kekalahan lewat adu penalti terasa tak adil," ucap Suarez selepas pertandingan, seperti dikutip dari Bahia Noticias.
Okelah jika mengatakan Uruguay lebih pantas menang atas dasar perbandingan peluang pada waktu normal. Namun, Suarez juga mesti bercermin menyoal kekalahan timnya.
Pasalnya, Suarez juga menjadi salah satu biang kegagalan Uruguay. Lihat saja bagaimana dia menyia-nyiakan dua kesempatan sampai melenceng dari gawang.
Luis Suarez gagal mengeksekusi penalti saat Timnas Uruguay menghadapi Peru di perempat final Copa America 2019. Foto: Luis Acosta/AFP
Lebih krusial lagi di babak adu penalti. Ya, Suarez merupakan satu-satunya penendang Uruguay yang gagal menunaikan tugasnya. Maju sebagai orang pertama, dia membidik sisi kanan penjaga gawang. Kiper Pedro Gallese bergerak ke arah yang tepat dan mampu menepis bola.
ADVERTISEMENT
Kegagalan Suarez pun di luar dugaan. Siapa sih yang memperkirakan bahwa tendangan Suarez berakhir flop seusai rasio kesuksesan 100% dalam 14 penalti teraktualnya? Atau, siapa yang menduga Gallese bisa tampil heroik seusai menderita lima kemasukan di laga terakhir menghadapi Brasil?
"Saya ingin melepaskan tendangan keras. Penjaga gawang sudah mempelajari eksekusi saya. Namun, saya tak menyangka dia bergerak ke arah sana," kata Suarez.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan