kumparan
1 Agustus 2018 3:02

Ketika Obama Sepakat dengan Rubiales Soal Pemecatan Lopetegui

Luis Rubiales
Presiden RFEF, Luis Rubiales. (Foto: Javier Soriano/AFP)
Jika ada beberapa kenekatan besar yang pernah dilakukan oleh Timnas Spanyol, maka salah satu di antaranya adalah memecat pelatih mereka tiga hari menjelang laga pertama mereka di Piala Dunia 2018.
ADVERTISEMENT
Tepat 13 Juni 2018, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) mengambil satu keputusan mengejutkan dengan melengserkan Julen Lopetegui dari kursi kepelatihan Timnas. Pemecatan ini disebabkan oleh keputusan Lopetegui untuk menerima pinangan Real Madrid.
Sehari sebelum pemecatan itu, Lopetegui diangkat sebagai pelatih Madrid menggantikan Zinedine Zidane yang mundur dari jabatannya beberapa hari setelah mereka merebut gelar juara Liga Champions 2018. Di sisi lain, pemecatan Lopetegui menunjukkan sisi keras Luis Rubiales. Sebagai Presiden RFEF yang baru, ia cukup tegas mengeluarkan beragam kebijakan.
Salah satu kebijakannya adalah memotong biaya perjalanan Timnas Spanyol selama Piala Dunia 2018. Ia menganggap, dana selama di Rusia bisa dihemat dan dialokasikan ke sektor lain semisal bonus pemain.
ADVERTISEMENT
Kritik dan dukungan menyerbu Rubiales. Mereka yang mengkritik menyebut Rubiales sebagai sosok yang gelap mata oleh ego. Mereka yang mendukung menyebut sosok berusia 40 tahun itu sebagai pribadi yang tegas dan tak mau kompromi dengan masalah sekecil apa pun, termasuk persoalan etika.
Walau pada kenyataannya Spanyol tidak bisa berbuat banyak di Piala Dunia 2018 karena langkahnya terhenti di babak 16 besar, Rubiales tak berhenti menerima dukungan. Bahkan, ia mendapat dukungan dari mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Dalam wawancaranya, Rubiales menjelaskan bahwa Obama satu suara dengannya menyoal keputusan memecat Lopetegui, terlepas dari segala anggapan miring yang mengekor.
Obama dan keluarganya berlibur ke Spanyol pada awal Juli ini. Di sana, mereka menghabiskan beberapa hari di Kota Madrid. Tak hanya dengan Rubiales, Obama pun dikabarkan bertemu dengan Perdana Menteri Pedro Sanchez dan Raja Spanyol, Felipe VI.
ADVERTISEMENT
Barack Obama
Pertemuan Barack Obama dengan Raja Felipe VI. (Foto: Francisco Gomez/Spanish Royal House/Handout via REUTERS )
“Yang membuat saya terkejut, ia mengetahui banyak hal lebih dari yang saya pikirkan sebelumnya. Ia berkata, sejumlah keputusan di Amerika Serikat untuk isu-isu tertentu diambil atas dasar patriotisme. Sayangnya, di Spanyol, keputusan macam itu tidak bisa diambil dengan mudah. Ya, seperti itulah," jelas Rubiales, dilansir ESPN.
“Apa yang coba ia katakan kepada saya, kelambanan dalam pengambilan keputusan (setengah-setengah, tidak tegas -red) menghasilkan penolakan dan kritik dalam jumlah yang lebih kecil."
"Namun, dalam waktu-waktu tertentu kita harus bertindak. Saya bisa menyimpulkan bahwa ia dan rombongannya sejalan dengan keputusan yang diambil oleh federasi. Saya tidak pernah meragukan keputusan saya. Itu menyangkut nilai, filosofi. Hanya, saya memang tetap menghormati sudut pandang lain,” pungkas Rubiales.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan