kumparan
8 Juli 2019 18:21

Ketua Jakmania: Jangan Terhasut Akun Media Sosial Tak Jelas

Ketua The Jakmania Ferry Indrasjarief ikut konvoy bersama suporter The Jakmania di Jakarta
Ketua Umum The Jakmania Ferry Indrasjarief ikut konvoy bersama suporter The Jakmania di Jakarta. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Hampir lima tahun lamanya Persija tak bisa menghadapi Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Terakhir kali kedua tim bersua di stadion termegah se-Tanah Air itu yakni pada 2014 lalu dengan hasil akhir 0-0.
ADVERTISEMENT
Selama dua musim, yakni pada 2016 dan 2017, Persija harus berkandang di Stadion Manahan, Solo, untuk menjamu Persib. Baru pada musim kemarin 'Macan Kemayoran' bisa menjadi tuan rumah di Jakarta meski pertandingan digelar di Stadion PTIK.
Pada Rabu (10/7/2019) mendatang, Persija dipastikan akan kembali menggunakan SUGBK untuk menghadapi Persib di pekan kedelapan Liga 1. Tak hanya itu, pihak kepolisian juga telah memberikan izin keramaian sehingga The Jakmania--sebutan suporter Persija--halal untuk menonton di stadion.
Pawai Jakmania, Melewati Sarinah, Persija, Jakmania
Ragam atribut The Jakmania digunakan untuk memeriahkan pawai di jalan Sarinah. Foto: Helmi Afandi/kumparan
"Saya harap kepercayaan dari pihak kepolisian, pihak GBK dan perjuangan dari manajemen harus dihargai oleh teman-teman Jakmania. Bagaimana cara menghargainya? Kami harus menjalani pertandingan ini dengan tertib," ujar Ketua Umum Jakmania, Ferry Indrasjarief, kepada wartawan, Senin (8/7).
ADVERTISEMENT
"Hilangkanlah hal-hal yang sifatnya bisa memancing kerusuhan. Tidak usah terpancing juga dengan akun-akun di media sosial (medsos) yang tidak jelas. Saya harap Jakmania datang ke Gelora Bung Karno tujuannya menyaksikan dan mendukung Persija," tambahnya.
Kepastian bolehnya Jakmania menyaksikan laga Persija vs Persib di GBK membuat lega semua pihak. Jakmania pun sudah menyiapkan Koreografi dan spanduk-spanduk spesial untuk menyemangati Marko Simic dan kolega.
"Ya, sudah ada beberapa teman-teman Jakmania yang bilang ke saya, mereka minta izin bikin koreo, koreo bentuknya apa mereka sudah kasih tunjuk ke saya. Tulisan Persija saja cuma nanti akan dimatangkan lagi. Kami persilakan siapa pun yang mau bikin koreo tapi saya minta koordinasikan dulu dengan saya tulisannya apa," ujar Ferry.
ADVERTISEMENT
"Kalau tulisannya dalam batas toleransi ya silakan tapi kalau tulisannya provokatif jangan. Tapi sejauh ini apa yang mereka inginkan masih batas normal, ada dua kelompok yang izin ke saya," tandasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan