kumparan
3 Oktober 2018 13:48

Keylor Navas Akui Madrid Merindukan Ronaldo

Para pemain Real Madrid tinggalkan lapangan selepas laga lawan Atletico Madrid. (Foto: REUTERS/Javier Barbancho)
Real Madrid gagal mencetak gol dalam tiga laga yang telah dijalani secara beruntun. Seperti yang terjadi pada Januari 2007. Teraktual, skuat besutan Julen Lopetegui itu takluk 0-1 dari CSKA Moscow dalam laga kedua babak grup Liga Champions musim ini di Stadion Luzhniki, Rabu (3/10/2018) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
Madrid begitu mendominasi serangan pada laga itu. Dalam 72% penguasaan bola, Marco Asensio dan kolega telah melancarkan 26 tembakan. Sangat jauh dengan catatan CSKA yang melancarkan 8 tembakan saja.
Meski begitu, Madrid lemah dalam penyelesaian akhir. Sebab, hanya 4 tembakan saja yang pada akhirnya tepat sasaran. Sementara, tendangan Karim Benzema pada menit 31, Marco Asensio pada menit 41, dan Mariano Diaz Mejia pada menit akhir, semuanya mengenai tiang.
Sementara, 4 tembakan CSKA Moscow tepat sasaran. Satu di antaranya berujung gol ketika laga berjalan 2 menit. Prosesnya bermula dari aksi dribel Nikola Vlasic dan berakhir dengan tendangan datar yang sukses mengelabui kiper Madrid, Keylor Navas.
Selebrasi Ronaldo usai menjebol gawang PSG. (Foto: Sergio Perez / Reuters)
Hasil minor ini membuat Navas jadi merindukan ketajaman khas Cristiano Ronaldo, yang baru saja tinggalkan Los Blancos dan menuju Juventus pada bursa transfer musim panas silam.
ADVERTISEMENT
Tak mengherankan jika kiper yang telah memperkuat Madrid dari 2014 itu kangen, karena Ronaldo telah menciptakan 450 gol dan 131 assist selama di Madrid. 8 assist dan 44 gol di antaranya tercipta pada musim lalu.
“Kamu tak bisa menutupi matahari dengan jarimu. Cristiano meninggalkan standar yang kelewat tinggi di Madrid. Dia bisa menciptakan banyak gol ketika masih berada di sini. Tapi, ya, sudahlah, semua itu telah menjadi masa lalu. Seharusnya, kami tak tinggal di masa lalu,” ucap kiper Timnas Kosta Rika itu, sebagaimana dilansir Goal International.
“Kami bersedih karena mereka cuma butuh satu kesempatan untuk mengalahkan kami. Sementara, kami gagal mencetak gol meski memiliki kelewat banyak peluang. Kami benar-benar tak beruntung. Kami sangat ingin segera mencetak gol lagi,” kata Navas menutup percakapan.
ADVERTISEMENT
Dengan begini, catatan buruk Madrid kala berlaga di Luzhniki memanjang. Dengan demikian, sudah lima laga mereka tidak pernah menang di stadion itu --empat kali kalah dan satu kali meraih hasil imbang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan