Kumparan Logo

Kisah Eike Immel, Eks Kiper Man City yang Kabur dari Jeratan Utang Tanpa Jejak

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Eike Immel, mantan pemain Manchester City. Foto: Action Images via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Eike Immel, mantan pemain Manchester City. Foto: Action Images via Reuters

Cerita tentang kebangkrutan para penggawa lapangan hijau memang bukan hal yang baru. Hal tersebut juga menimpa mantan kiper Manchester City, Eike Immel.

Immel sudah berkepala tiga ketika ia berlabuh di Maine Road pada Agustus 1995 silam untuk menambal kelangkaan penjaga gawang yang melanda Man City.

Pelatih The Citizens kala itu, Alan Ball, merogoh kocek hingga Rp 7,9 miliar untuk mendapatkan Immel dari VfB Stuttgart. Harga yang bisa dibilang cukup mahal untuk kiper yang sudah berumur.

embed from external kumparan

Kendati demikian, Immel telah memainkan 534 laga di Bundesliga bersama Stuttgart, Borussia Dortmund, dan klub pertamanya Eintracht Stadtallendorf yang terbentang dari 1978-1995.

Waktu terbaiknya ketika merumput adalah saat memenangi German Championship bersama Stuttgart pada 1992 dan melaju ke final UEFA Championship pada 1998.

Immel juga mengantongi 19 laga bersama Timnas Jerman. Ia adalah bagian dari skuad Timnas Jerman yang memenangkan Euro 1980 dan ketika Jerman menjadi runner up di Piala Dunia 1986.

Setelah dikontrak pada 17 Agustus 1995, Immel hanya menjalani satu sesi latihan dengan rekan satu tim barunya sebelum melakoni debutnya dua hari kemudian dalam hasil imbang 1-1 dengan Tottenham di laga pembuka musim.

Menurut catatan Transfermarkt, Immel bermain sebanyak 40 pertandingan selama membela Man City. Selama masa tugasnya itu, ia kemasukan 64 gol.

Eike Immel, mantan pemain Manchester City. Foto: Action Images via Reuters

Masa kerjanya dengan Man City habis pada 1997. Akan tetapi, Immel menjalani waktu yang sulit karena utang-utangnya untuk perjudian, wanita, dan mobil-mobil mewah.

Terlepas dari pekerjaannya sebagai pelatih penjaga gawang di Besiktas, Fenerbahce, dan Viena, Immel hidup dengan utang yang menumpuk.

Menurut laporan Bild, ia bahkan hadir di salah satu acara televisi di Jerman dan mencari dana untuk membiayai operasi pinggulnya pada 2008 lalu.

Di tahun yang sama, Immel harus mengajukan kebangkrutan untuk pertama kalinya. Investasi dengan risiko tingkat tinggi, mobil mahal, perjudian, dan perceraian telah menggerogoti koceknya.

Immel seharusnya menghadiri pengadilan. Akan tetapi, ia tidak dapat ditemukan dan dikatakan tidak memiliki tempat tinggal permanen selama berbulan-bulan. Ia hidup menumpang dari satu rumah ke rumah temannya yang lain.

Pengacaranya, Inga Klimpke, mengatakan mereka sudah kehilangan kontak dengan Immel.