kumparan
23 Sep 2019 5:53 WIB

Klopp: 15 Kemenangan Beruntun Itu Luar Biasa

Pemain-pemain Liverpool usai merayakan gol Trent Alexander-Arnold. Foto: REUTERS/Eddie Keogh
Juergen Klopp sudah pasti semringah di akhir laga pekan keenam Premier League 2019/20.
ADVERTISEMENT
Liverpool menang 2-1 di kandang Chelsea pada Minggu (22/9/2019). Kemenangan tambah mengasyikkan karena didapat lewat dua gol brilian.
Hasil mayor itu juga penting karena menandai laga ke-150 Klopp di Premier League. Tripoin di laga spesial. Nikmat betul 'kan?
Catatan spesialnya tidak berhenti sampai di situ. Jika menghitung sejak Premier League musim lalu, kemenangan ini menjadi kemenangan 15 Liverpool secara beruntun. Catatan itu dimulai dari pekan ke-30 Premier League 2018/19, saat Liverpool mengalahkan Burnley 4-2.
"Lima belas kemenangan beruntun terasa luar biasa, apa lagi yang bisa kami katakan? Kami juga tidak mau berlarut-larut memikirkan catatan itu," ujar Klopp, dilansir Skysport.
"Kami cuma mengerjakan apa yang harus kami kerjakan di laga selanjutnya. Pokoknya, bekerja keras sedapat mungkin," jelas Klopp.
ADVERTISEMENT
Trent Alexander-Arnold (kostum merah) berduel dengan Mason Mount di laga Chelsea vs Liverpool. Foto: Reuters/John Sibley
Liverpool tidak asal menang. The Reds tampil sebagai tim yang matang. Oke, mereka agresif, tetapi tidak kesetanan. Liverpool 'hanya' mengemas enam tembakan, sementara Chelsea 13 upaya.
Persoalannya, hitung-hitungan tadi tidak berhenti sampai di sini. Dari enam upaya Liverpool, ada tiga yang mengarah ke gawang dan dua berujung gol.
Chelsea tidak demikan. Dari 13 percobaan hanya dua yang mengarah gawang dengan satu di antaranya gol. Bandingkan dengan kubu The Blues. Jumlah tembakan tepat sasaran Chelsea saja kalah banyak dari Liverpool.
Pun dengan atribut defensif. Liverpool tidak asal seruduk. Aksi bertahan Virgil van Dijk dan rekan-rekannya bahkan lebih banyak sapuan ketimbang tekel. Liverpool membuat 16 tekel sukses, 38 sapuan, dan 11 intersep.
ADVERTISEMENT
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp. Foto: Reuters/John Sibley
Kedua gol Liverpool di laga ini punya ciri khas yang sama: Meneruskan skema bola mati.
Yang pertama adalah gol Trent Alexander-Arnold yang meneruskan umpan via tendangan bebas Mohamed Salah. Yang kedua adalah gol sundulan Roberto Firmino yang meneruskan sepakan bebas Andrew Robertson.
Gol Alexander-Arnold menjadi salah satu torehan yang paling disorot di laga ini. Tendangan bebas itu dimanfaatkan dengan cara yang unik.
Mohamed Salah mengeksekusi dengan memberikan operan pendek. Alexander-Arnold menyambar umpan tersebut dengan tembakan mengarah ke sudut atas gawang.
Laga Chelsea vs Liverpool. Foto: Reuters/John Sibley
"Kalau kami, sih, maunya semua yang kami latih di sesi latihan muncul di pertandingan. Terlepas dari itu, para pemain harus mengambil keputusan di atas lapangan. Mereka punya sudut pandang yang lebih bagus," ujar Klopp.
ADVERTISEMENT
"Anak-anak ini diajarkan banyak hal di sesi latihan. Namun, di atas lapangan mereka harus bisa menemukan kesempatan terbaik untuk memanfaatkan peluang," jelas Klopp.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan