kumparan
26 April 2019 14:59

Klopp: Kenapa Saya Harus Membantu Man United?

Juergen Klopp
Raut semringah Juergen Klopp pada konferensi pers jelang laga vs Bayern. Foto: Reuters/Andrew Boyers
Juergen Klopp sempat tertawa lepas dalam sesi wawancara pralaga Liverpool versus Huddersfield Town, Kamis (25/4/2019) waktu setempat. Ekspresi itu merupakan respons terhadap pertanyaan seorang pewarta yang berbunyi, “Hei, Klopp. Ada saran untuk Ole Gunnar Solskjaer?”
ADVERTISEMENT
Klopp menjawab, diselingi dengan raut wajah ceria, “Mereka (United dan Solskjaer) tak pernah membantu saya, lantas mengapa saya harus membantu mereka?”
Reaksi Klopp ini bukan tanpa dasar. Karena Klopp sudah memberikan dukungan agar Manchester United mengalahkan Manchester City, Rabu (24/4). Hasil itu akan membuat Liverpool tetap di puncak klasemen dengan keunggulan dua poin atas City, sementara United melebarkan jalan untuk finis di empat besar.
Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya. Di laga yang dihelat di Old Trafford itu, City mengalahkan tetangganya 2-0. Alhasil, City naik ke puncak klasemen dan membentangkan keunggulan satu poin atas Liverpool. Sementara, United tertahan di peringkat keenam.
Namun, jangan kira Klopp serius mengatakannya. Karena masih ada sambungannya setelah kalimat itu.
ADVERTISEMENT
“Yang saya ketahui, Solskjaer butuh waktu. Jika saja kami tak memiliki jalan yang menarik di Liga Europa, saya tak merasa tim ini (Liverpool) bisa positif sekarang. Saya yakin, dengan kekuatan finansial, United bisa menyelesaikan masalahnya,” tutur Klopp.
Ole Gunnar Solskjaer
Ole Gunnar Solskjaer meninggalkan lapangan Old Trafford dengan kecewa. Foto: REUTERS/Phil Noble
Well, kisah Klopp sebagai pelatih Liverpool dan Solskjaer selaku juru taktik Manchester United memang cukup mirip. Klopp datang ke Anfield pada Oktober 2015. Sepekan sebelumnya, Liverpool ditahan imbang Everton 1-1 di Goodison Park. Seusai laga itu, manajemen The Reds berpisah jalan dengan Brendan Rodgers.
Sementara, Solskjaer ditunjuk sebagai pelatih setelah manajemen United memecat Jose Mourinho pada tengah Desember 2018. Kekalahan 1-3 dari Liverpool merupakan laga terakhir United di era Mourinho. Baik Klopp dan Solskjaer harus mengurusi tim yang kurang ideal di musim perdananya.
ADVERTISEMENT
Alhasil, Liverpool hanya sanggup finis di peringkat kedelapan pada Premier League musim 2015/16. Klopp tak begitu menanggung malu karena Liverpool berhasil menjejak ke final Piala Liga dan Liga Europa. Walau pada akhirnya, Liverpool hanya menjadi runner-up di dua turnamen itu.
Sementara, Solskjaer memula eranya di United dengan meyakinkan. Namun, United kini tengah terpuruk. Tujuh kekalahan dalam sembilan laga terakhir membuat United terlempar dari Liga Champions, Piala FA, dan bukannya tak mungkin target finis di empat besar juga gagal diraih.