kumparan
Bola & Sports18 Januari 2020 14:16

Legenda Juventus dan Timnas Italia, Pietro Anastasi, Meninggal Dunia

Konten Redaksi kumparan
COVER, Pietro Anastasi
Pietro Anastasi merayakan gol untuk Juventus. Foto: Juventus FC
Sepak bola Italia kehilangan seorang legendanya pada Jumat (17/1/2020) malam waktu setempat atau Sabtu (18/1) dini hari WIB. Eks pemain Juventus dan Timnas Italia, Pietro Anastasi, meninggal dunia pada usia 71 tahun.
ADVERTISEMENT
Anastasi lahir di Catania pada 7 April 1948. Walau begitu, dia tidak pernah sekali pun bermain untuk klub dari kota kelahirannya itu. Anastasi mengawali karier bersama Varese dan di situlah namanya mulai harum.
Di tahun keduanya bersama Varese, Anastasi mampu menarik perhatian pelatih Timnas Italia, Ferruccio Valcareggi. Penyerang bertubuh mungil itu disertakan ke dalam skuat yang mengikuti Piala Eropa 1968.
Video
Usia Anastasi kala itu baru 20 tahun, tetapi dia telah mampu menjadi salah satu pahlawan Gli Azzurri. Pada partai final melawan Yugoslavia, Anastasi mencetak satu gol untuk membawa Italia menang 2-0 dan jadi juara.
Kiprah Anastasi di Timnas Italia itu membuat Juventus kepincut. Tak tanggung-tanggung, uang 650 miliar lira disodorkan Gianni Agnelli untuk memboyong Anastasi ke Stadio Comunale. Sang striker belia pun jadi pesepak bola termahal dunia.
ADVERTISEMENT
Bersama Juventus, Anastasi mencapai puncak karier di level klub. Selama delapan musim, dia bermain dalam 339 pertandingan dan mencetak 107 gol. Total ada tiga Scudetti dan dua titel Capocannoniere yang dia raih dalam kurun waktu tersebut.
Pada 1976, perselisihan dengan pelatih Carlo Parola memaksa pria berjuluk 'Pete si Orang Turki' angkat kaki ke Internazionale. Di klub rival itu, Anastasi hanya bermain selama dua musim tetapi mampu mempersembahkan satu gelar Coppa Italia.
Empat tahun kemudian, setelah memperkuat Ascoli dan Lugano, Anastasi memutuskan gantung sepatu di usia 34 tahun. Dia kemudian menghabiskan masa pensiunnya dengan menjadi pandit di 7 Gold dan Sky Italia.
Anastasi sendiri meninggal dunia di Catania. Sejak 2018 dia bertarung melawan kanker tetapi akhirnya kalah. Sang legenda pun pergi selama-lamanya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan