kumparan
17 Maret 2018 22:18

Lewat Tiga Gol, Spurs Kandaskan Perlawanan Swansea

Tottenham Hotspur
Eriksen merayakan gol. (Foto: Reuters / Andrew Couldridge)
Piala FA memasuki babak perempat final. Melakoni laga kandang di Liberty Stadium, Swansea City punya tugas akhir pekan yang berat karena harus berhadapan dengan Tottenham Hotspur. Pertandingan yang digelar pada Sabtu (17/3/2018) ini berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Spurs.
ADVERTISEMENT
Christian Eriksen mencetak dua gol, masing-masing pada menit 11 dan 62. Sementara, Erik Lamela mencetak gol pada menit 45, menjelang berakhirnya babak pertama.
Alih-alih menggunakan formasi 3-4-3 seperti yang digunakan pada babak 16 besar, Carlos Carvalhal menggunakan skema 5-4-1. Tumpukan di lini bertahan dan tengah dapat dimaklumi mengingat daya gedor Spurs. Walau tak dikuat oleh Harry Kane, bukan berarti Spurs bakal tampil seperti macan ompong.
Serupa saat berhadapan dengan Sheffield Wednesday, Carvalhal memberikan peran penyerang tunggal kepada Tammy Abraham yang tadinya lebih sering menjadi pemain pengganti. Kristoffer Nordfeldt dan Kyle Bartley pun kembali menjadi pilihan pelatih asal Portugal ini.
Mauricio Pochettino mau tak mau harus mengistirahatkan Harry Kane di pertandingan ini. Akibatnya, formasi dasar tim sedikit berubah. Bila biasanya menggunakan 4-2-3-1, kali ini Pochettino menggunakan 4-3-3 di starting XI. Erik Lamela, Son Heung-min, dan Lucas Moura menjadi trisula di lini depan.
ADVERTISEMENT
Swansea memulai pertandingan dengan bangunan-bangunan serangan. Baru dua menit setelah wasit memulai pertandingan, Abraham sudah berusaha untuk mencuri keunggulan pertama dengan melepaskan umpan kepada Nathan Dyer.
Dyer cukup kepayahan untuk menerima dan meneruskan itu karena agak jauh dari jangkauan awalnya, sehingga pemain asal Inggris ini belum bisa mengeksekusi penyelesaian akhir yang efektif. Percobaannya berhasil digagalkan oleh kiper Spurs, Michel Vorm.
Spurs tak membutuhkan waktu lama untuk mencetak gol pertamanya. Di menit ke-11, Lamela menyodorkan umpan matang kepada Eriksen. Pemain sayap ini lantas bergerak ke arah tepi kotak penalti, lalu melesakkan tembakan melengkung ke sudut jauh. Kiper gagal mengamankan gawang Swansea, skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Spurs.
ADVERTISEMENT
Usai mencetak satu gol, Spurs tak berhenti mengancam. Empat menit berselang, giliran Moura yang melesakkan sepakan keras ke arah gawang. Namun, tembakannya ini terlalu dekat dengan jangkauan Nordfeldt.
Berbeda dengan penyerang-penyerang Spurs, pergerakan Abraham terisolasi oleh rapatnya pertahanan Spurs. Akibatnya, alih-alih melepaskan tembakan-tembakan berbahaya, pergerakan Abraham kerap terhenti di area tengah lawan.
Di babak pertama ini terlihat jelas bahwa Spurs menguasai permainan. Setidaknya, anak-anak asuh Pochettino memenangi 81% penguasaan bola. Hebatnya, penguasaan bola ini juga dibarengi dengan efektivitas bangunan serangan.
Menjelang turun minum, Spurs kembali menambah pundi-pundi golnya. Gol kedua dicetak oleh Lamela tepat pada menit ke-45. Proses golnya dimulai saat Lamela berhasil meloloskan diri dari kepungan pemain Swansea. Lepasnya Lamela ini berakibat fatal. Pemain asal Argentina ini berhasil menggiring bola sampai ke area kotak penalti.
ADVERTISEMENT
Nordfeldt yang terkecoh membaca arah tembakan tidak sanggup mengamankan gawangnya dari lesakan yang mengarah ke sudut bawah itu. Pertandingan babak pertama berakhir dengan skor 0-2.
Memasuki babak kedua, Swansea membangun dua serangan yang cukup mengancam Spurs. Pertama, Martin Olsson mengirimkan sepakan keras langsung ke arah gawang yang sayangnya masih bisa digagalkan oleh Vorm. Yang kedua, bola muntahan tadi langsung disambar oleh Abraham dan diteruskan lewat sundulan ke arah gawang. Serupa percobaan pertama, sundulan ini pun masih bisa digagalkan oleh Vorm.
Tottenham Hotspur
Nordfeldt kebobolan 3 kali di laga vs Spurs. (Foto: Reuters/Andrew Couldridge)
Bukan Spurs namanya kalau berhenti menyerang. Di menit 52, giliran Eric Dier yang mencoba peruntungannya. Kali ini kembali lewat sepakan keras dari luar kotak penalti.
Bertubi-tubi melepaskan serangan, gol ketiga Spurs akhirnya terjadi pada menit 62. Eriksen kembali menjadi pahlawan. Untuk gol keduanya ini, Eriksen berutang pada Moura. Tadinya, Moura bermaksud untuk melesakkan tembakan langsung. Namun, menyadari posisinya yang cukup sulit dan Eriksen memang lolos dari penjagaan lawan, ia langsung mengirimkan umpan matang kepada rekannya ini.
ADVERTISEMENT
Hanya dengan sekali sentuhan, umpan ini langsung diteruskan lewat tembakan ke arah gawang. Nordfeldt kembali salah langkah, Spurs kembali mencetak gol.
Eriksen tampil berapi-api. Sebenarnya, ia punya peluang untuk mencetak hattrick semenit setelah gol keduanya tadi. Namun, aksinya tadi berhasil digagalkan oleh penjaga gawang berkebangsaan Swedia itu. Pada menit 73, Pochettino mengganti Moura dengan Fernando Llorente, akibatnya formasi dasar Spurs berubah menjadi 4-2-3-1.
Walaupun terjadi beberapa pergantian pemain, Swansea tak kunjung menciptakan peluang berarti di menit-menit akhir pertandingan. Ketimbang berupaya menyerang, mereka cenderung merapatkan pertahanan demi mencegah gol keempat. Wasit menghadiahi tiga menit perpanjangan waktu. Namun, kedua tim tak berhasil mencetak gol tambahan. Pertandingan pun berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Lamela dan kawan-kawan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan