Liga 1 Jalan Bareng Piala AFF, Ada Pembatasan Pemain?

18 November 2022 18:16
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pelatih Tim Nasional Indonesia Shin Tae-yong (kanan) memimpin latihan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat, Selasa (31/5/2022). Foto: Novrian Arbi/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Tim Nasional Indonesia Shin Tae-yong (kanan) memimpin latihan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat, Selasa (31/5/2022). Foto: Novrian Arbi/Antara Foto
ADVERTISEMENT
Liga 1 2022/23 rencananya bakal bergulir pada awal Desember mendatang. Andai tak ada aral melintang, Liga 1 akan sejalan dengan agenda Timnas Indonesia, yakni Piala AFF 2022. Wacana pembatasan pemain kembali keluar karena situasi ini.
ADVERTISEMENT
Dua agenda penting berjalan sekaligus bak buah simalakama. Pada satu sisi, klub Liga 1 akan kekurangan pemainnya bila dipanggil timnas. Di sisi lain, Timnas Indonesia akan kekurangan amunisi bila pihak klub enggan melepas penggawanya untuk main di Piala AFF.
Exco PSSI, Endri Erawan, buka suara perihal kekhawatiran tersebut. Ia menyebut, pihaknya akan melakukan negosiasi dengan klub-klub Liga 1 soal pemain yang masuk ke dalam skuad Shin Tae-yong.
Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae Yong (keempat kanan) memimpin pemusatan latihan di Stadion Sidolig, Bandung, Jawa Barat, Senin (19/9/2022).  Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae Yong (keempat kanan) memimpin pemusatan latihan di Stadion Sidolig, Bandung, Jawa Barat, Senin (19/9/2022). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
Untuk saat ini, Endri menuturkan belum ada keputusan konkret. Ia hanya bisa menggarisbawahi bahwa klub Liga 1 harus bisa berkomitmen untuk melepas para pemainnya.
"Harus ada komitmen [klub harus melepas pemain yang ditunjuk]. Perihal jumlah pemain atau batasan maksimal pengiriman pemain akan dibicarakan lagi," ujarnya kepada awak media di Jakarta, Jumat (18/11).
"Yang jelas, mereka sudah diberi tahu jikalau perhelatan Piala AFF akan berjalan pada Desember hingga Januari," lanjutnya.
Pemain Timnas Indonesia Ricky Kambuaya (kiri) dan Nadeo Argawinata (kedua kiri) menjalani pemusatan latihan di Stadion Sidolig, Bandung, Jawa Barat, Senin (19/9/2022).  Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Timnas Indonesia Ricky Kambuaya (kiri) dan Nadeo Argawinata (kedua kiri) menjalani pemusatan latihan di Stadion Sidolig, Bandung, Jawa Barat, Senin (19/9/2022). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
Endri menambahkan, Liga 1 tampaknya sudah tak bisa diundur terlalu lama pelaksanaannya. Sebab, Liga 1 ditargetkan selesai sebelum Piala Dunia U-20 pada Mei mendatang, jadi akan semakin berlarut bila menunggu akhir Piala AFF.
ADVERTISEMENT
"Dulu perhelatan kompetisi memang harus berhenti, tetapi kita sudah kehilangan waktu selama satu setengah hingga dua bulan. Kalau kita kehilangan satu bulan lagi karena Piala AFF, nanti tidak selesai-selesai kompetisi," imbuh Erawan.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Jadi, kemungkinan besar liga tetap jalan saat Piala AFF. Kedua agenda ini berbenturan, tetapi tidak akan terbentur dengan FIFA Matchday dan Piala Dunia [U-20]," tukasnya.
Jadi, kemungkinan memang Liga 1 akan berjalan beriringan dengan Piala AFF. Piala AFF bakal bergulir pada 20 Desember, sedangkan Dirut Baru PT LIB, Ferry Paulus, sempat menjelaskan bahwa peluang paling realistis untuk memulai kembali Liga 1 adalah 2 Desember. Namun, Menpora Zainudin Amali mengatakan harus ada rapat koordinasi lagi untuk memastikannya.
Persib Bandung melawan Rans Nusantara di Liga 1. Foto: Instagram/@rans.nusantara
zoom-in-whitePerbesar
Persib Bandung melawan Rans Nusantara di Liga 1. Foto: Instagram/@rans.nusantara
Bertubruknya dua agenda di atas mengingatkan banyak pihak atas apa yang terjadi enam tahun silam, tepatnya pada Piala AFF 2016. Saat itu, Liga Indonesia yang dikenal dengan nama Indonesia Soccer Championship (ISC) turut bergulir di waktu yang bersamaan.
ADVERTISEMENT
Alhasil, klub-klub ISC bersepakat untuk tak melepas banyak pemain ke skuad Timnas Indonesia. Para klub hanya mengizinkan dua pemainnya untuk pergi membela 'Garuda' di Piala AFF 2016.
Hal tersebut tentunya membuat pening pelatih kepala Timnas Indonesia saat itu, Alfred Riedl. Pelatih kelahiran Austria tersebut harus memutar otaknya dengan memanfaatkan keterbatasan pemain yang dipanggil.
Kendati begitu, Riedl untungnya bisa membuat Timnas Indonesia berbicara banyak di Piala AFF 2016. Ia mampu mengantar 'Garuda' hingga partai final.
Sayang, tatkala bersua Thailand di babak puncak, anak asuh Riedl tumbang. Timnas Indonesia kalah agregat dengan skor tipis 2-3 dari Thailand dan membuat 'Garuda' kembali gagal meraih gelar juara Piala AFF.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020