kumparan
12 Juli 2019 21:30

Mantan Ketua Jakmania Ajak Suporter Jaga SUGBK

Para Jakmania di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Para Jakmania di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Foto: Alan Kusuma/kumparan
Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) mengalami beberapa kerusakan usai laga Persija versus Persib, Rabu (10/7/2019). Pihak pengelola menaksir kerugian berkisar Rp300-500 juta.
ADVERTISEMENT
Detailnya, 110 kursi rusak. Lalu, satu pagar tribune nyaris roboh.
Mantan Ketua Jakmania, Larico Ranggamone, turut berkomentar soal kondisi tersebut. Menurutnya, faktor kualitas pagar mestinya juga ikut diangkat.
“Kualitas material yang ada di SUGBK seperti apa. Stadion ‘kan dibangun dengan dana besar. Materialnya berkualitas atau tidak?” katanya.
Ia mengklaim Jakmania tidak ada kesengajaan merusak stadion. Kerusakan terjadi begitu euforia suporter saat terjadi gol. Larico menyebut selebrasi suporter seperti itu wajar. Dan, kondisi tribune pun pasti riuh.
“Ciri khas suporter itu ‘kan euforia menyambut golnya seperti itu. Mereka berlarian ke arah pagar tribune. Ada yang naik, ada juga yang mengoyak-oyakan pagar. Itu bentuk kebahagiaan mereka. Nah, harusnya pengelola sadar harus seperti apa materialnya melihat kondisi seperti itu. Kok, baru euforia begitu saja sudah mau roboh,” ujar Larico kepada kumparanBOLA, Jumat (12/7/2019).
ADVERTISEMENT
Persija Jakarta, Persib Bandung  (NOT COVER)
Pemain Persija Jakarta Feby Eka (kanan) berebut bola dengan Persib Bandung pada laga pertandingan Liga 1 2019, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Terlepas dari itu, Larico sepakat mengimbau Jakmania untuk menjaga SUGBK. Biar bagaimanapun, kerugian yang timbul dari kerusakan bisa berampak ke klub.
Dengan kata lain, Persija sendiri yang kudu menanggung biaya kerusakan itu. Seperti diketahui, setiap kali bermain di SUGBK, Macan Kemayoran kudu menyetor uang sebesar Rp1,95 miliar.
Perinciannya, sebanyak Rp450 juta merupakan uang sewa pemakaian stadion. Sementara sisanya ialah uang deposit jaminan bila ada kerusakan.
Menilik laga pekan kedelapan Liga 1 itu, pihak Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) bisa-bisa cuma mengembalikan uang jaminan sekitar Rp1 miliar saja.
“Kami harapkan suporter bisa lebih menjaga SUGBK. Kejadian kemarin menurut saya itu tidak disengaja. Memang euforianya seperti itu. Intinya, jagalah GBK. Toh, perilaku baik juga akan berdampak positif buat Jakmania.”
ADVERTISEMENT
“Kalau kerusakan begini ‘kan ada saja provokatornya yang bikin nama Jakmania jelek. Lebih baik memulai dengan positif, jangan menunggu atau diperintah orang,” tutur Larico.
Catatan Editorial:
Sebelumnya ditulis: "Detailnya, sekitar 11 ribu kursi rusak. Lalu, satu pagar tribune nyaris roboh."
Yang benar: "Detailnya, 110 kursi rusak. Lalu, satu pagar tribune nyaris roboh."
Perbaikan itu dibuat sesuai dengan klarifikasi Media Officer Persija Jakarta. Demikian kesalahan tersebut telah diperbaiki. Kami meminta maaf atas kesalahan tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan