kumparan
23 Agustus 2018 19:01

Menakar Peluang Gol Perdana Ronaldo di Serie A

Cristiano Ronaldo
Ronaldo bikin gol pada laga 'debut' bersama Juventus. (Foto: Reuters/Massimo Pinca)
Cristiano Ronaldo masih meraba momentum untuk mencetak gol perdananya di Serie A. Asanya pupus saat menyambangi markas Chievo Verona pekan lalu. Secara garis besar, permainan Ronaldo tak mengecewakan.
ADVERTISEMENT
Tiga kali unggul duel udara dan sepasang umpan kunci sukses ditorehkannya. Total, empat tembakan tepat sasarannya pun tak bisa dibilang buruk --masih lebih banyak dari kalkulasi seluruh penggawa Chievo.
Penampilan apik Stefano Sorrentino di bawah mistar gawang Chievo juga menjadi penyebab CR7 urung mencetak gol pertamanya di Serie A. Selain itu, Massimiliano Allegri mengungkapkan bahwa kondisi fisik dan minimnya sokongan dari lini kedua menjadi alasan kegagalan Ronaldo mencatatkan namanya di papan skor.
Mengingat Lazio yang akan jadi lawan Juve di laga selanjutnya, apakah Ronaldo bisa memecahkan telur pada laga yang dihelat pada Sabtu (25/8/2019) esok?
Lazio sendiri baru mengalami catatan negatif di pekan pertama setelah keok 1-2 dari Napoli. Padahal, Ciro Immobile sempat membuat Simone Inzaghi tersenyum lewat golnya di menit 25. Sayang, dua gol yang dihasilkan Arkadiusz Milik dan Lorenzo Insigne akhirnya membuyarkan kemenangan Lazio.
ADVERTISEMENT
Buruknya Biancoceleste dalam meredam serangan tak hanya tertuang dalam dua gol itu, tetapi juga dari jumlah 10 tembakan yang berhasil dilepaskan Napoli pada laga yang dihelat di Olimpico tersebut.
Keputusan Inzaghi menurunkan Milan Badelj bersama Sergej Milinkovic-Savic dan Marco Parolo cukup memperkuat area tengah mereka. Apalagi, pemain yang didatangkan dari Fiorentina itu rutin menjaga kedalaman di sepertiga area pertahanan Lazio.
Di sisi lain, garis pertahanan yang rendah justru kerap menciptakan ruang tembak bagi tim lawan. Tembakan Piotr Zielinski di babak pertama bisa dijadikan bukti. Beruntung bagi Lazio, bola sepakan pemain asal Polandia itu masih membentur mistar gawang.
Situasi semacam ini yang berpotensi untuk dieksplotasi Ronaldo nanti. Bukan sebuah rahasia bahwa pasangan Georgina Rodriguez itu piawai dalam melepaskan tembakan jarak jauh. Bahkan, setengah dari total shoot on target Ronaldo ke gawang Chievo berasal dari luar kotak penalti.
ADVERTISEMENT
Cristiano Ronaldo
Aksi Ronaldo dalam debut bersama Juventus. (Foto: REUTERS/Alberto Lingria)
Performa Thomas Strakosha sebagai palang pintu terakhir Lazio juga tak bagus-bagus amat. Persentase cleansheet-nya di musim lalu cuma menyentuh 28,9%, atau hanya 11 kali dari total 38 pertandingan. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dari Wojciech Szczesny yang mencatatkan persentase 64,7% dan Mattia Perin yang mengukir 32,4% bersama Genoa musim lalu.
Selain itu, pakem tiga bek yang dicanangkan Inzaghi juga tak cukup kuat untuk mengantisipasi umpan terobosan lawan. Keberhasilan Insigne mencetak angka adalah buah dari kecerdikan Jose Callejon untuk meloloskan diri dari jebakan offside.
Kelemahan ini yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh sayap-sayap Juve: Douglas Costa dan Juan Cuadrado. Malah, bukan cuma keduanya yang berpotensi untuk mengeksploitasi sisi tepi pertahanan Lazio, Alex Sandro dan Joao Cancelo.
ADVERTISEMENT
Nama yang disebut belakangan sukses mengukir tiga umpan kunci di area penalti Chievo, makin membuktikan ketajaman tepi sayap 'Si Nyonya Tua'. Dan yang pasti, bakal lebih mengakomodir Ronaldo sebagai ujung tombak Juve.
Jadi, besar kemungkinan Ronaldo akan berhasil mengukir gol perdananya di Juventus Stadium esok. Kecuali, ya, dia masih mengalami masalah yang sama seperti kala melawan Chievo --kondisi yang belum 100% fit dan minimnya bantuan dari lini kedua.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan