kumparan

Menerka Juru Taktik Persija Setelah Kolev Pergi

Jakmania, Persija vs Ceres Negros
Suporter Persija Jakarta saat laga melawan Ceres Negros di Stadion Utama GBK, Jakarta, Selasa (23/4). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Persija Jakarta mendapat hasil minor di tiga pertandingan awal Liga 1 2019. Atas hasil itu, pelatih mereka, Ivan Venkov Kolev, mengundurkan diri dari kursi kepelatihannya.
ADVERTISEMENT
"Coach Kolev resmi mengundurkan diri dari Persija Jakarta mulai Senin, 3 Juni 2019. Dia merasa bertanggung jawab, karena belum bisa memberikan yang terbaik untuk tim,” ucap Ferry dilansir situs resmi klub.
Kolev memang tak bisa memberikan prestasi yang gemilang untuk Persija musim ini. Bersama Kolev, Persija gagal mempertahankan gelar juara Piala Presiden.
Ismed Sofyan dan kolega hanya bisa sampai babak perempat final sebelum dikalahkan oleh Kalteng Putra melalui adu penalti.
Kemudian, di ajang AFC Cup, Kolev juga tak bisa memberikan kesan yang baik. Persija tak lolos dari fase grup setelah hanya finis di posisi ketiga Grup G. Persija hanya bisa meraih dua kemenangan dan sekali imbang di enam laga yang sudah dijalani.
ADVERTISEMENT
Persija tak lama-lama untuk mencari pengganti dari Kolev. Beberapa nama sudah santer diberitakan akan menangani Persija. kumparanBOLA coba memberikan opsi nama-nama yang layak untuk menjadi nahkoda dari 'Macan Kemayoran'.
Vincenzo Alberto Annese
Nama Annese memang tak begitu tenar di kancah sepak bola nasional. Sebab, perjalanan Annese yang menjadi juru taktik PSIS Semarang hanya berjalan singkat.
Annese bergabung dengan PSIS menjelang kompetisi Liga 1 2018 bergulir. Sosok berusia 33 tahun ini direkrut untuk menggantikan Subangkit, pelatih yang membawa PSIS promosi ke Liga 1. Dengan sertifikat UEFA Pro License yang dikantongi, Annese diharapkan membikin PSIS berpendar.
Tapi, ekspektasinya tak sesuai dengan kenyataan yang ada. PSIS terdampar di peringkat ke-17 atau satu setrip di atas dasar klasemen. Selama periode itu, PSIS menelan 10 kekalahan, 5 imbang, dan 5 kemenangan. Rapornya pun inferior dengan 18 gol dan 27 kebobolan.
ADVERTISEMENT
Alfred Riedl
Yang berikutnya adalah Alfred Riedl. Pelatih asal Austria tersebut sudah sangat dekat dengan sepak bola Indonesia.
Bersama 'Garuda', baik Riedl maupun Kolev sempat menorehkan prestasi apik. Riedl mengantarkan Timnas Indonesia ke final Piala AFF 2010 dan 2016.
Alfred Riedl
Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl. Foto: Aditia Noviansyah/Kumparan
Sementara, untuk level klub Riedl juga pernah menjadi juru taktik PSM Makassar di tahun 2015 lalu. Akan tetapi, kisah Riedl bersama PSM tak berlangsung lama karena sang pelatih memilih mundur karena masalah kesehatan.
Nama Riedl juga mencuat sebagai pelatih Persija awal tahun ini. Sebelum memutuskan menunjuk Ivan Kolev, Persija juga menaruh minat kepada Riedl.
"Saya sudah melakukan pendekatan dan meminta Alfred Riedl dan Ivan Kolev. Salah satunya sudah diberikan offering letter," ucap Direktur Utama Persija kala itu, Gede Widiade.
ADVERTISEMENT
Jacksen F Tiago
Saat ini, Jacksen masih menjadi pelatih dari Barito Putera. Tapi, kiprah Barito bersama Jacksen tidaklah gemilang. Sama seperti Persija, Barito hanya bisa meraup satu angka dari tiga pertandingan awal.
Meski tak berpendar bersama Barito, Jacksen bukanlah pelatih kacangan. Gelar Liga Indonesia pernah didapatkan oleh pelatih asal Brasil itu kala membesut Persipura dan Persebaya Surabaya.
Tidak hanya itu, Jacksen juga pernah membawa Penang FA promosi ke Malaysia Super League di tahun 2014 lalu.
Nilmaizar
Lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat, Nilmaizar memiliki pengalaman yang banyak di kancah sepak bola Indonesia. Semen Padang, PS Tira dan Putra Samarinda menjadi tim yang pernah merasakan tangan dingin pelatih berusia 49 tahun itu.
ADVERTISEMENT
Selain di level klub, Nil juga pernah menangani Timnas Indonesia di tahun 2012 silam. Sayang, Nil tak bisa membawa 'Skuat Garuda' lolos ke babak semifinal setelah hanya menempati posisi tiga di bawah Malaysia dan Singapura.
Prestasi Nilmaizar bisa dibilang cukup mentereng. Setelah berhasil membawa Semen Padang juara Liga Premier Indonesia di tahun 2012, Nil juga bisa membawa 'Kabau Sirah' lolos ke perempat final AFC Cup setahun setelahnya.
Milan Petrovic
Arema menunjuk Milan Petrovic pada Mei lalu untuk menggantikan Joko Susilo. Penunjukan Petrovic bukan tanpa sebab, Arema kala itu berada di dasar klasemen setelah hanya meraih enam poin.
Namun, Petrovic berhasil menyelamatkan muka Arema. Hingga akhir musim, Petrovic berhasil membawa Arema finis di posisi keenam klasemen akhir Liga 1 2018.
ADVERTISEMENT
Arema bisa mengumpulkan 50 poin di akhir musim lalu. Petrovic menangani 25 pertandingan di Arema dan berhasil meraih 12 kali kemenangan dan lima kali meraih hasil imbang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan