kumparan
7 Agustus 2018 20:18

Meneropong Raja Assist Premier League 2018/2019

Gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne. (Foto: Oli Scarf/AFP)
Sebelumnya kami telah menggali kandidat kuat kiper dengan penyelamatan terbanyak serta calon topskoerer Premier League 2018/2019. Kali ini giliran pendulang assist yang jadi sorotan. Mengingat mereka juga berperan penting untuk terciptanya sebuah gol.
ADVERTISEMENT
Lantas, siapa-siapa saja yang layak untuk menjadi raja assist di periode anyar Premier League nanti?
Kevin De Bruyne
Jalinan antara Manchester City dengan Kevin De Bruyne adalah sebuah romansa sempurna. City dengan permainan cairnya amat membutuhkan gelandang artistik macam De Bruyne. Sebaliknya, mantan penggawa Wolfsburg itu juga lebih leluasa dalam menuangkan kreativitasnya dengan cairnya lini depan City.
Gamblangnya, De Bruyne punya tiga pelatuk untuk melontarkan pelurunya, Sergio Aguero, Raheem Sterling, Leroy Sane, atau Gabriel Jesus. Itulah mengapa dia berhasil mengukir 16 assist musim lalu, terbanyak di Premier League.
Dengan komposisi permainan yang tak jauh bereda, plus kehadiran Riyad Mahrez yang juga mahir dalam menyelesaikan peluang, sulit untuk menyingkirkan De Bruyne dari perburuan penoreh assist terbanyak Premier League edisi 2018/2019.
ADVERTISEMENT
De Bruyne usai laga menghadapi Spurs. (Foto: David Klein/Reuters)
Mesut Oezil
Oke, bisa dipahami jika Mesut Oezil diragukan untuk masuk dalam daftar ini. Dia cuma masuk di peringkat 10 dalam daftar penyumbang assist terbanyak Premier League musim lalu lantaran hanya 8 assist yang sukses dibuatnya. Itupun, harus berbagi tempat dengan Aaron Ramsey, Johann Berg Gudmundsson, dan Pascal Gross dengan raihan yang sama.
Kendati demikian, Oezil menempati posisi teratas untuk urusan pemkrarsa peluang di Premier League dengan rata-rata 3,2 umpan kunci per laga. Angka tersebut sekaligus merepresentasikan tumpulnya lini depan Arsenal musim lalu.
Sejatinya tak ada yang perlu dikhawatirkan bagu para penggemar The Gunners. Kini mereka telah memiliki mesin gol anyar, Pierre-Emerick Aubameyang, yang sukses mengemas 10 gol dari 13 pertandingan di musim kemarin.
ADVERTISEMENT
Jangan lupakan juga jika mereka masih punya Alexandre Lacazette yang mengoleksi 3 gol sepanjang gelaran International Champions Cup lalu. Dengan kehadiran dua penyerang tajam, tak ada alasan lagi bagi Oezil untuk tidak berpendar di musim depan.
Mesut Oezil jadi kapten Arsenal. (Foto: REUTERS/Edgar Su)
Christian Eriksen
Jika Harry Kane adalah sebauh meriam maka Christian Eriksen adalah mesiu yang mendorongnya untuk menembakkan proyektil. Itulah kira-kira kontribusi Eriksen bersama Tottenham Hotspur.
Lebih dari itu, perannya sebagai playmaker juga membuatnya mampu mencetak gol selain tugasnya sebagai pemrakarsa peluang. Buktinya Erikson sukses mengemas masing-masing 10 gol dan assist untuk Spurs musim lalu. Kontribusi 2,6 umpan kunci bila dirata-rata per laga juga cukup menjamin kualitasnya sebagai pendulang peluang, unggul 0,8 dari Dele Alli di peringkat kedua.
ADVERTISEMENT
Namun, minimnya alternatif pencetak angka Spurs mungkin jadi halangan untuk Eriksen nantinya. Dengan kata lain, tak banyak opsi bagi pemain berusia 26 tahun itu untuk menyodorkan umpan yang berbuah gol.
Ya, 'Bunga Lili Putih' terlalu bertumpu pada Kane untuk menjebol gawang lawan. Sudah 30 kali ia mencetak angka di musim lalu, kondisi yang timpang mengingat Son Heung-Min cuma mengemas 12 gol di ajang yang sama.
Luapan semangat Eriksen. (Foto: REUTERS/Peter Nicholls)
Leroy Sane
Lagi-lagi penggawa City yang kami tulis di sini, Leroy Sane. Tunggu dulu, setidaknya kami bisa memberikan penjelasan atas pemilihan pemain yang tersisih dari skuat Tim Nasional Jerman di Piala Dunia 2018 itu.
Mohamed Salah serta Paul Pogba memang cukup gemilang dengan torehan 10 assist. Di satu sisi, kans mereka tak begitu besar untuk mendulang banyak assist di musim depan. Juergen Klopp akan memaksimalkan Salah lebih sebagai mesin gol, bukan untuk mengkreasi peluang. Sementara Pogba tak sendirian untuk berperan sebagai motor serangan Manchester United, karena masih ada Alexis Sanchez.
ADVERTISEMENT
Lalu bagaimana dengan Eden Hazard? Kami sama sekali tak mengesampingkan peran gandanya sebagai pencipta sekaligus algojo peluang untuk Chelsea. Akan tetapi, sulit bagi Hazard untuk menanggung dua tugas dengan komposisi saat ini.
Tak lain tak bukan lantaran tumpulnya garda terdepan The Blues. Alvaro Morata dan Olivier Giroud belum menunjukan gejala yang meyakinkan. Nama yang disebut terakhir nihil mencetak gol di pentas Piala Dunia 2018 bersama Prancis, sedangkan Morata juga urung mencetak angka selama gelaran pra-musim. Jadi, tipis peluang pemain terbaik Liga Inggris 2014/2015 itu meraja di musim depan.
Sane cetak gol pertama City. (Foto: Reuters/Phil Noble)
Pertimbangan-pertimbangan demikian yang membuat pilihan jatuh kepada Leroy Sane. Toh, pada Premier League edisi 2017/2018 Sane telah mengemas 15 assist, hanya kalah dari De Bruyne.
ADVERTISEMENT
Selain itu, melimpahnya alternatif pendulang gol City yang berbuntut dengan tingginya produktivitas mereka, mempertinggi opsi Sane untuk mengukir assist. Sebagai gambaran, di musim lalu City berhasil mencetak 106 gol atau 2,8 gol jika dirata-rata per laga. Unggul jauh dari Liverpool di posisi kedua dengan rata-rata 2,2 gol di tiap pertandingan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan