Bola & Sports
·
13 Januari 2021 17:23

Menpora Pastikan Shin Tae-yong Divaksin oleh Pemerintah RI

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Menpora Pastikan Shin Tae-yong Divaksin oleh Pemerintah RI (123923)
Shin Tae-yong. Foto: AFP/ Jung Yeon-je
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan mendata seluruh ofisial cabang olahraga di Indonesia untuk menerima vaksin COVID-19. Menpora Zainudin Amali menyatakan, usai mendata, laporan akan diteruskan ke Kementerian Kesehatan.
ADVERTISEMENT
Yang memantik perhatian tentu setiap cabang olahraga (cabor) tak hanya dihuni oleh Warga Negara Indonesia saja. Salah satu cabor yakni sepak bola, ada beberapa ofisial yang merupakan Warga Negara Asing seperti pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong.
Terkait dengan hal itu, Zainudin memastikan Shin akan tetap divaksin oleh pemerintah RI.
Menpora Pastikan Shin Tae-yong Divaksin oleh Pemerintah RI (123924)
Menpora Zainudin Amali di acara Konsolidasi perencanaan pencapaian dan misi Presiden serta sasaran dan target indikator bidang PMK dalam RPJM 2020-2024. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
''Karena ofisial, seperti Shin Tae-yong, beliau masuk di dalam ofisial timnas. Kami tidak membedakan,'' tutur Zainudin dalam wawancara bersama wartawan via zoom, Rabu (13/1).
''Bukan hanya di sepak bola, renang, menembak, ada pelatih asingnya. Itu bisa kita lakukan dan mereka tentu paham kebutuhan itu. Kan tidak mungkin pemainnya saja divaksin, pelatihnya tidak. Kita akan sama-sama. Karena ini kebutuhan. Toh, itu cuma 1-2 orang,'' lanjutnya.
Menpora Pastikan Shin Tae-yong Divaksin oleh Pemerintah RI (123925)
Vaksin COVID-19 di Biofarma. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Soal vaksin, Kemenpora sudah menyatakan agar atlet dan ofisial segera mendapatkannya. Mereka yang akan mengikuti kejuaraan di level internasional dalam waktu dekat akan diprioritaskan.
ADVERTISEMENT
Untuk sepak bola, ada dua ajang yang akan dijalani oleh skuat Garuda dalam waktu dekat. Pertama, Piala Asia U-19 dan U-16 pada Maret dan Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada April.
"Tapi, soal kapan divaksin itu ranahnya di Kemenkes [Kementerian Kesehatan, red]. Tugas kami hanya mendata, entry by name, address. Di sana kami akan sertakan event apa, tanggalnya kapan dan sisanya tentu kami serahkan kepada mereka,'' tandasnya.
---