kumparan
25 November 2019 15:31

Mereka yang Getol Bikin Gol dan Assist di Premier League

Jamie Vardy (PTR)
Jamie Vardy pada laga melawan Liverpool. Foto: Jason Cairnduff/Reuters
Premier League 2019/20 sudah memasuki pekan 13. Seiring berjalannya kompetisi, beberapa pemain yang tampil apik mulai mencuat ke permukaan.
ADVERTISEMENT
Sejauh ini Liverpool sukses menjadi pemuncak klasemen Premier League 2019/20 dengan raihan 37 poin. Mereka unggul 8 poin atas Leicester City yang berada di peringkat dua dengan torehan 29 poin.
Liverpool juga menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan. Catatan ini cukup mengesankan sehingga wajar jika mereka menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar juara Premier League musim ini.
Namun, performa oke tidak hanya menjadi milik Liverpool. Menilik catatan individu, beberapa pemain juga mampu tampil apik, termasuk dalam keterlibatan mencetak gol.
Liverpool melawan Crystal Palace
Pemain Liverpool Alex Oxlade-Chamberlain saat melawan Crystal Palace di Stadion Selhurst Park, London, Inggris. Foto: John Sibley/ via REUTERS
Melansir Squawka, berikut adalah beberapa pemain yang mampu terlibat dalam proses mencetak gol lebih dari 10 kali di Premier League 2019/20.
Jamie Vardy (12 gol dan 3 assist)
Usia yang menua tidak membuat performa Jamie Vardy menurun. Teraktual, di laga lawan Brighton and Hove Albion, penyerang kelahiran Sheffield ini sukses mencetak gol via titik putih.
ADVERTISEMENT
Vardy sudah terlibat dalam 15 gol yang dicetak Leicester dengan rincian 12 gol dan 3 assist. Penampilan apik ini membantu timnya menjejak ke posisi runner up Premier League 2019/20.
Tammy Abraham (10 gol dan 2 assist)
Tammy Abraham memilih nomor punggung 9 di Chelsea musim ini. Nomor 9 bukan nomor favorit di Chelsea. Alvaro Morata hingga Fernando Torres ketiban sial saat mengenakan nomor ini.
Watford vs Chelsea
Tammy Abraham dan Jorginho. Foto: REUTERS/David Klein
Lain Morata, lain Abraham. Pengalaman yang didapat sejak dari Swansea City hingga Aston Villa ibarat antidot untuk kutukan nomor 9 Chelsea. Hasilnya, Abraham terlibat dalam 12 gol dengan rincian 10 gol dan 2 assist.
Chelsea berdiri di posisi empat. Mereka mengemas 26 poin, buah dari delapan kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan.
ADVERTISEMENT
Kevin De Bruyne (3 gol dan 9 assist)
Kevin De Bruyne sudah berperan sebagai motor serangan City sejak 2015/16. Peran itu tetap diembannya sampai 2019/20.
De Bruyne terlibat dalam 12 gol yang dicetak City, dengan rincian 3 gol dan 9 assist. Penampilan apiknya ini membantu City bertahan di papan atas walau cukup keteteran mengejar Liverpool.
Sergio Aguero (9 gol dan 2 assist)
Serupa De Bruyne, Sergio Aguero menjadi andalan lini serang City sejak pertama kali didatangkan pada 2011/12. Ia bahkan menjadi pencetak gol yang menentukan gelar juara City pada musim itu.
Pep Guardiola
Pep Guardiola bersama Sergio Aguero di laga melawan Liverpool. Foto: Reuters/Carl Recine
Di musim 2019/20, Aguero masih menunjukkan taji. Ia sudah terlibat dalam 11 gol yang dicetak City, dengan rincian 9 gol dan 2 assist. Bersama De Bruyne, ia bahu membahu menjaga City bertahan di papan atas Premier League.
ADVERTISEMENT
Marcus Rashford (7 gol dan 4 assist)
Sempat menjadi wonderkid, Marcus Rashford mampu berkembang menjadi salah satu pemain andalan di lini depan Manchester United. Penampilannya pada musim 2019/20 dapat menjadi acuannya.
Rashford berkontribusi langsung dalam 11 gol yang dicetak United: 7 gol dan 4 assist. Sayangnya, penampilan apiknya belum mampu mengangkat performa United yang masih tertahan di posisi 9 klasemen Premier League.
Sadio Mane (8 gol dan 2 assist)
Sadio Mane merupakan bagian dari trio lini serang mematikan Liverpool, bersama Roberto Firmino dan Mohamed Salah. Namun, di musim 2019/20, Mane menonjol di antara para pemain depan Liverpool yang lain.
Sadio Mane (C)
Sadio Mane berdoa kepada Allah SWT sebelum pertandingan melawan Tottenham Hotspur. Foto: Reuters/Jason Cairnduff
Mane ambil bagian secara langsung dalam 10 gol yang dicetak Liverpool, dengan rincian 8 gol dan 2 assist. Penampilan apiknya ini pula yang menjadi salah satu faktor performa ciamik Liverpool.
ADVERTISEMENT
Nah, pertanyaannya sekarang, akankah mereka mampu konsisten tampil apik hingga akhir musim? T Premier League memiliki periode-periode berat, salah satunya Boxing Day.
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo, buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersi original.