kumparan
25 Apr 2019 8:08 WIB

National Football Museum Manchester: Memalut Sejarah dengan Modernitas

National Football Museum di Manchester. Foto: Yoga Cholandha/kumparan
Sepintas, ia tak tampak seperti sebuah museum. Dari bawah sampai atas bangunan berbentuk separuh trapesium itu ditutupi oleh kaca. Bangunan itu justru tampak seperti instalasi seni modern yang dibangun dengan ukuran masif. Untuk menghindari kerancuan, tulisan "National Football Museum" itu pun dipampang besar-besar.
ADVERTISEMENT
Museum ini terletak di kawasan Cathedral Gardens di pusat kota Manchester. Lokasinya cuma berjarak lima menit berjalan kaki dari Manchester Cathedral yang dibangun pada Abad Pertengahan itu. Kawasan ini adalah kawasan tua jika bentuk bangunan dijadikan ukurannya.
Dikelilingi gedung-gedung tua berbahan bata, National Football Museum jadi tampak mencolok. Namun, entah bagaimana ia tak tampak janggal. Bangunan ini cocok cocok saja bergaul dengan kakak-kakaknya yang sudah berusia entah berapa generasi.
National Football Museum di Manchester. Foto: Yoga Cholandha/kumparan
kumparanBOLA bersama rombongan YOU.C1000 Isotonic Drink memilih untuk berkunjung ke National Football Museum untuk membunuh waktu sebelum "Naik Haji" ke Old Trafford pada Rabu (24/4/2019) malam waktu Inggris. Untuk mencapai museum ini, kami tak perlu usaha terlampau keras. Cukup berjalan sembari menikmati suasana kota, tak terasa ia sudah di depan mata.
ADVERTISEMENT
Jika Anda adalah warga asli Manchester, Anda tak perlu membayar satu peser pun untuk masuk ke National Football Museum. Namun, bagi mereka yang berasal dari tempat lain, ada kewajiban untuk menyerahkan duit 10 poundsterling ke meja resepsionis sebelum masuk ke area museum.
Menariknya, biaya masuk 10 poundsterling atau sekitar Rp 183 ribu itu terasa sangat murah karena selama tiket masuk tidak hilang, pengunjung bisa bebas masuk tanpa pungutan biaya lagi.
Ada empat tingkat di museum ini dengan fungsinya masing-masing. Namun, area museum yang sesungguhnya baru dimulai dari tingkat dua. Di sinilah memorabilia sepak bola, khususnya sepak bola Inggris, dipamerkan. Di tingkat dua itu semua momen penting sepak bola diceritakan lewat pameran benda-benda bersejarah.
ADVERTISEMENT
National Football Museum di Manchester. Foto: Yoga Cholandha/kumparan
Satu jam lebih dibutuhkan kumparanBOLA untuk melihat satu per satu memorabilia yang dipajang di tingkat kedua museum. Mulai dari kisah pesepak bola kulit hitam pertama Arthur Wharton yang dikisahkan dengan patung dan plakat sampai kisah kejayaan Nottingham Forest di Eropa pada era Brian Clough. Dari kisah para pebola yang bertempur di Perang Dunia I sampai cerita kesengsaraan menahun Inggris di kancah antarnegara.
Setelahnya, di tingkat ketiga, bisa ditemukan berbagai permainan sederhana yang berkaitan dengan sepak bola, mulai dari meja fusball sampai panel trivia yang dimainkan hanya dengan menekan tombol. Terakhir di tingkat keempat, terdapat sebuah galeri seni yang cukup besar. Di sana pengunjung bisa menemukan berbagai karya, terutama lukisan. Salah satu lukisan yang menarik perhatian kumparanBOLA adalah lukisan George Best untuk dua putrinya.
ADVERTISEMENT
Lukisan George Best untuk dua putrinya. Foto: Yoga Cholandha/kumparan
Kurang lebih, untuk bisa menikmati seluruh koleksi National Football Museum dengan seksama, para pengunjung perlu meluangkan waktu setidaknya dua setengah jam. Setelah eksplorasi berakhir, kumparanBOLA dan rombongan YOU.C 1000 Isotonic Drink kembali ke lantai satu untuk mengunjungi toko suvenir dan melepas lelah di kafe yang terletak di pintu keluar.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan