kumparan
30 Juli 2018 17:11

Neymar yang Lebay, Neymar yang Kekanak-kanakan

Neymar
Neymar mengerang kesakitan. (Foto: REUTERS/David Gray )
Jika ada yang paling diingat dari aksi Neymar di Piala Dunia 2018 maka itu adalah aksi lebaynya.
ADVERTISEMENT
Setiap kali dijegal oleh pemain lawan, tiap kali mendapat benturan, pemain Tim nasional (Timnas) Brasil itu selalu jatuh secara berlebih-lebihan. Neymar kerap berlagak seperti kakinya baru saja dihantam palu godam.
Di laga perdana Brasil menghadapi Swiss, dia bahkan hampir tak berhenti mengerang kesakitan sepanjang laga. Ketika terjatuh, tubuhnya pun ke sana ke mari. Seperti sakit yang dia rasakan tak bisa tertahankan. Padahal, setelah mendapat perawatan, dia bisa melanjutkan laga.
Pada laga babak 16 besar menghadapi Meksiko, kejadiannya lebih parah. Neymar yang tak sengaja terinjak oleh salah satu pemain Meksiko langsung mengerang kesakitan dan berguling-guling ke pinggir lapangan. Aksinya itu melihat banyak orang bingung, sekaligus geleng-geleng kepala.
Neymar
Neymar si tukang diving. (Foto: Reuters/Kai Pfaffenbach)
Memang, sesakit apa, sih, Neymar?
ADVERTISEMENT
Tapi, tentu saja, setelah melakukan perawatan, pemain asal klub Paris Saint-Germain (PSG) itu bisa melanjutkan pertandingan kembali. Bahkan Neymar selalu bermain 90 menit penuh dalam lima pertandingan Brasil di Piala Dunia 2018. Meski baru sembuh dari cedera, dia selalu bermain penuh.
Tak pelak, Neymar pun dinilai lebay. Aksinya dianggap terlalu berlebih-lebihan. Disebut seperti itu, dia awalnya diam. Namun, baru-baru ini, pemain berusia 26 tahun itu langsung buka suara dan membantah segala anggapan itu. Dia merasa tidak lebay, tapi benar-benar merasa sakit.
"Anda mungkin berpikir saya lebay. Dan terkadang memang iya. Namun, kenyataannya, saya benar-benar kesakitan di lapangan," buka Neymar dalam sebuah sesi konferensi pers seperti dilansir Sky Sports.
"Anda mungkin berpikir saya jatuh terlalu banyak, tetapi kenyataannya tidak. Saya runtuh. Itu lebih menyakitkan daripada langkah apa pun di pergelangan kaki yang baru dioperasi."
ADVERTISEMENT
"Ketika saya pergi tanpa memberikan wawancara, itu bukan karena saya hanya ingin kata-kata kemenangan. Itu karena saya masih belum belajar untuk mengecewakan Anda. Ketika saya terlihat tidak sopan, itu bukan karena saya anak manja. Itu karena saya belum belajar bagaimana menjadi frustrasi."
"Saya butuh waktu lama untuk menerima kritik Anda. Saya butuh waktu lama untuk melihat diri saya di cermin dan menjadi manusia baru. Saya jatuh, tetapi hanya yang jatuh yang bisa bangkit," pungkasnya.
Ya, Neymar berjanji akan menjadi sosok yang lebih baik dan mengakui bahwa aksi yang dilakukannya di Rusia masih terlalu kekanak-kanakan. Janji tidak lebay lagi, Neymar?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan