kumparan
18 Sep 2019 17:09 WIB

Olympiacos vs Spurs: Misi Mengikis Tuah Karaiskakis Stadium

Pemain Spurs merayakan gol. Foto: REUTERS/David Klein
Tottenham Hotspur punya segudang pemain canggih macam Harry Kane, Christian Eriksen, dan Son Heung-Min di lini depan. Skuat tambah komplet karena dilengkapi dengan Jan Vertonghen, Toby Alderweireld, dan Hugo Lloris pada divisi pertahanan.
ADVERTISEMENT
Olympiacos selaku lawan mereka pada matchday pertama Liga Champions, tidak sekomplet itu. Bila ditimbang, cuma Mathieu Valbuena, penggawa paling beken yang mereka punya.
Eits, jangan salah. Kualitas pemain tak lantas menggaransikan kemenangan. Keberhasilan Slavia Praha menahan imbang Inter Milan kemarin jadi bukti teraktual.
Kembali lagi ke Olympiacos. Bila ada satu aset yang bisa mereka harap, ya, tuah dari Karaiskakis Stadium.
Bukan rahasia lagi kalau arena berkapasitas sekitar 32.000 penonton itu angker untuk tim tamu. Juventus pernah jadi salah satu korbannya di fase grup Liga Champions 2014/15. Kala itu 'Si Nyonya Tua' takluk 0-1 dari Olympiacos.
Sementara di Liga Europa musim lalu, giliran AC Milan yang jadi pesakitan. Rossoneri dibungkam 1-3 dan gagal melaju ke fase gugur.
ADVERTISEMENT
Para pemain Olympiacos merayakan gol ke gawang AC Milan. Foto: Costas Baltas/Reuters
Eric Dier menyadari betul ancaman Olympiacos itu. Bukan cuma soal atmosfer suporter yang jadi dasarnya, tetapi juga faktor cuaca yang membuat Karaiskakis bak neraka.
"Saya pikir itu akan menjadi suasana yang fantastis bagi kami untuk bermain. Lingkungan dan bahkan cuaca yang masih sangat panas akan menjadi tantangan yang sangat berbeda bagi kami," kata Dier dilansir situs resmi klub.
Dari 9 laga kandang musim ini, cuma sekali Olympiacos takluk di hadapan para pendukungnya. Sisanya berhasil mereka sapu bersih --termasuk kesuksesan membungkam Viktoria Plzen dan FC Krasnodar masing-masing empat gol tanpa balas di play-off Liga Champions.
“Ini juga mungkin pertama kalinya di Liga Champions di mana kami akan menghadapi suasana seperti itu di babak penyisihan grup, jadi saya pikir itu akan menjadi tantangan yang mesti kami menangi," tambah Dier.
ADVERTISEMENT
Betul, Spurs memang harus mulai memupuk poin dari sekarang. Pasalnya, mereka segrup dengan salah satu kandidat juara, Bayern Muenchen.
Belum lagi dengan potensi ancaman dari Crvena Zvezda. FYI, klub asal Serbia itu pernah menjungkalkan Liverpool di Liga Champions edisi termutakhir.
Pemain Spurs dan pemain Palace berduel. Foto: REUTERS/David Klein
"Jika kami ingin menjadi tim papan atas dan siap untuk jadi penantang, kami harus bisa menaklukkannya dan tampil dengan baik," jelas Dier.
Kabar baiknya, moral para penggawa Spurs sedang tinggi-tingginya. Mereka menang besar atas Crystal Palace 4-0 di akhir pekan lalu, sekaligus mengakhiri paceklik kemenangan di tiga laga.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan