kumparan
14 Agustus 2019 18:18

Osas Saha: Tak Ada Persaingan di Lini Depan Timnas Indonesia

Osas Saha
Osas Saha beraksi di Liga 1 dalam pertandingan melawan Persija. Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Tiga pemain PS Tira-Persikabo dijadwalkan akan menjalani pemusatan latihan Timnas Indonesia untuk ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022. Mereka adalah Angga Saputra, Manahati Lestusen, dan Osas Saha.
ADVERTISEMENT
Untuk Saha, ini jadi pemanggilan pertamanya di era pelatih Simon McMenemy. Pemanggilan ini disambutnya dengan rasa syukur karena sejak berpindah kewarganegaraan dari Nigeria menjadi Indonesia tahun lalu dia sudah ngebet membela 'Garuda'.
''Yang pasti saya sangat bersyukur bisa diberikan kepercayaan oleh pelatih. Karena ini memang menjadi target saya. Indonesia negara saya sekarang, setiap pemain tentunya ingin membela tim nasionalnya. Saya juga berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selalu mendukung saya,'' kata Saha.
Dipanggilnya Saha oleh juru latih berkebangsaan Skotlandia ini juga sejatinya cukup beralasan. Pertama, menit bermainnya di Tira-Persikabo sudah menyentuh 1.011 menit dengan 12 kali dan tampil selama 90 menit. Kedua, selama dipercaya menjadi pemain inti, Saha sudah membukukan 5 gol dan 4 assist.
ADVERTISEMENT
PS TIRA-Persikabo
Osas Saha (depan) merayakan gol untuk PS TIRA-Persikabo bersama Manahati Lestusen. Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Segala atribut yang dimiliki Saha membuatnya layak mengisi satu slot di lini depan. Akan tetapi, pemain 32 tahun tersebut tentu juga mesti waspada karena mesti bersaing dengan Alberto Goncalves dan Ferdinand Sinaga.
Goncalves, penyerang asal Madura United itu, sudah membukukan lima gol dari dua pertandingan di era McMenemy. Empat gol dia lesakkan saat bersua Vanuatu dan satu ketika bersua Yordania. Capaian ini bisa saja jadi ancaman tersendiri bagi Saha.
Namun, Saha tak merasa minder. Menurutnya, seluruh pemain punya kesempatan untuk menunjukkan kemampuan di bawah arahan sang juru latih.
''Saya tidak melihat bahwa ada persaingan antara saya, Goncalves, atau bahkan Ferdinand. Perlu diingat, kami sama-sama orang Indonesia. Kami memiliki misi yang sama yaitu memberikan prestasi untuk Timnas Indonesia. Saya rasa itu kewenangan pelatih saja nantinya, karena pelatih yang tahu apa yang mereka butuhkan,'' tutup Saha.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan