kumparan
4 Des 2018 23:30 WIB

Pelatih PSS Sleman: Dari Awal Kami Sudah Yakin Jadi Juara

PSS Sleman vs Madura FC (Foto: Dok. PSS Sleman)
PSS Sleman berhasil mencetak sejarah baru. Tim yang berdiri sejak 1978 akhirnya untuk kali pertama promosi ke level tertinggi sepak bola Indonesia sejak era Liga Indonesia terbentuk 2007 lalu.
ADVERTISEMENT
Suksesnya 'Elang Jawa' ke Liga 1 musim 2019 tak lepas dari hasil kemenangan kala bersua Semen Padang di partai final Liga 2. Berlaga di Stadion Pakansari pada Selasa (4/12/2018) malam WIB, anak-anak asuh Seto Nurdiyantara menang dengan skor 2-0. Adalah Cristian Gonzales dan Rifal Lastori yang jadi pahlawan PSS Sleman lewat masing-masing satu golnya.
Atas hasil cemerlang ini, Seto tak segan menyematkan apresiasi pada para anak asuhnya. Terlebih, sebelumnya dirinya juga sudah percaya bahwa timnya akan meraup kemenangan dalam duel tersebut.
''Pertandingan yang cukup menarik sebenarnya. Dari awal kami sudah optimistis menjadi juara. Tetapi, kembali lagi, ini hasil kerja keras pemain karena mereka bermain dengan penuh semangat. Ini jadi penantian panjang kami untuk lolos ke Liga 1 dan kelolosan kami ini juga dilengkapi dengan bonus juara,'' kata Seto selepas laga.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli, memang telah legowo menerima hasil kekalahan yang didapati timnya. Akan tetapi, menurutnya, para pemain sudah melakukan pekerjaan terbaik di laga terakhir.
''Hasil yang patut kami syukuri karena skema yang saya sampaikan ke pemain berjalan dengan baik. Memang, pada babak pertama sedikit peluang yang kami dapatkan tetapi ketika memasuki babak kedua, bisa dikatakan kami mendominasi, menekan pertahanan PSS meski gagal mencetak gol,'' katanya.
Selain PSS dan Semen Padang, satu tiket promosi ke Liga 1 musim depan disabet Kalteng Putra yang sukses menyingkirkan Persita Tangerang di laga perebutan tempat ketiga. 'Laskar Isen Mulang' unggul dua gol tanpa balas 2-0 via gol Dendi Agustan Maulana ('12) dan I Made Wirahadi ('19).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan