kumparan
8 Juli 2018 7:31

Pelatih Swedia: Inggris Punya Kualitas untuk Jadi Juara

Pelatih Swedia, Janne Andersson. (Foto: REUTERS/Michael Dalder)
Selesai sudah perjalanan Swedia di Piala Dunia 2018. Menghadapi Inggris di Samara Arena, Sabtu (7/7/2018), Swedia kalah dengan skor 0-2. Gol dari Harry Maguire dan Dele Alli sudah cukup mengantarkan Swedia pulang.
ADVERTISEMENT
Padahal, perjalanan Swedia pada kualifikasi serta putaran final sangatlah mengesankan. Pada babak kualifikasi, Swedia berada satu grup dengan Prancis dan Belanda. Sebastian Larsson dan kolega pun lolos dengan status runner up menuju babak play off.
Swedia mengubur impian Belanda yang gagal lolos ke Piala Dunia kali ini. Pada babak play-off, Swedia juga kembali menemui lawan yang tak mudah. Italia, juara dunia empat kali yang menjadi lawan bagi Swedia.
Namun, dengan kolektivitas dan disiplin yang tinggi, Swedia mampu mengubur impian Italia lolos ke Piala Dunia. Dalam pertarungan dua leg, Swedia mengalahkan Italia dengan agregat 1-0. Nasib sial Swedia tak cukup sampai situ.
Sudah berhasil lolos, Swedia yang berada di pot 3 pengundian fase grup harus berada dengan negara-negara yang berat. Meksiko, Korea Selatan, dan juara bertahan Jerman menjadi lawan Swedia di grup F.
ADVERTISEMENT
Namun, tak disangka tak diduga, Swedia berhasil tampil mengesankan dan keluar sebagai juara grup. Berhasil meraih dua kemenangan membuat Swedia mengumpulkan 6 angka dan memulangkan Jerman yang hanya memiliki 3 angka.
Hoki Swedia berlanjut di babak 16 besar. Berhadapan dengan Swiss, Swedia berhasil menang dengan skor tipis 1-0. Gol pun tercipta berkat bantuan bek Swiss, Manuel Akanji.
Kisah heroik Swedia itu tak mampu diperpanjang. Episode mereka berakhir di babak perempat final. Anak asuh Janne Andersson harus menyerah dari Inggris. Dalam laga menghadapi Inggris, Swedia tampil tak baik. Mereka kalah dalam hal penguasaan bola setelah hanya menguasai 42%.
Selain itu, Swedia hanya melakukan 3 upaya ke gawang dalam 90 menit pertandingan. Andersson selaku pelatih mengakui anak asuhnya tak berada di level terbaiknya.
ADVERTISEMENT
"Saya tidak berpikir ada yang salah pada tim kami. Kami menghadapi lawan yang tangguh dan kami tidak bisa menampilkan permainan terbaik kami. Jaraknya hanya sedikit," tutur Andersson dilansir ESPN.
"Pada 30 menit pertama kami berada di bawah tekanan hingga ada sepak pojok lalu mereka mencetak gol. Kemudian kami membuat kesempatan di awal-awal babak kedua, seandainya kami bisa mencetak gol pertandingan akan hidup kembali," lanjut Andersson.
Para pemain Swedia merayakan kemenangan. (Foto: REUTERS/Damir Sagolj)
Pelatih berkacamata itu juga memuji penampilan dari Inggris. Bahkan, Andersson tetap mendoakan yang terbaik untuk tim 'Tiga Singa' ke depannya.
"Inggris tentunya memiliki kualitas yang baik untuk bisa menjuarai Piala Dunia kali ini. Mereka sangat kuat dan mengorganisasi pertahanan dengan sangat baik. Selamat kepada Inggris dan Gareth Southgate," tutur Andersson.
ADVERTISEMENT
Well, meski tersingkir di babak perempat final, Swedia sejatinya tak perlu terlalu kecewa. Pasalnya, ini kali pertama mereka menembus babak perempat final setelah terakhir pada tahun 1994. Pencapaian Swedia semakin hebat manakala mereka sudah absen dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya. Dengan catatan demikian, Swedia seharusnya pulang dengan kepala tegak.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan