kumparan
8 Jan 2019 4:52 WIB

Piala FA: Tembakan Jarak Jauh Neves Bantu Wolves Kandaskan Liverpool

Ruben Neves usai mencetak gol ke gawang Liverpool. (Foto: Action Images via Reuters/Carl Recine)
Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Begitulah nasib Liverpool ketika menghadapi Wolverhampton Wanderers dalam laga putaran ketiga Piala FA di Molineaux, Selasa (8/1/2019) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
Tim berjuluk The Reds itu takluk 1-2 dari Wolves. Raul Jimenez mencetak gol duluan di akhir babak pertama, kemudian dibalas Liverpool dengan gol Divock Origi ketika laga berjalan 51 menit. Tembakan Ruben Neves empat menit kemudian mengandaskan harapan Liverpool.
Repotnya bagi Liverpool, Dejan Lovren mengalami cedera ketika laga baru berjalan 6 menit. Itu berarti, Virgil van Dijk menjadi satu-satunya bek tengah inti yang berada dalam kondisi sehat. Satu hal yang pasti, misi Liverpool menjaga posisi pertama di klasemen sementara Premier League musim ini akan menjadi sulit.
***
Liverpool melakukan rotasi besar-besaran pada laga ini dalam formasi 4-4-2. Simon Mignolet dipercaya mengisi pos kiper. Sementara, Fabinho Tavares ditarik dari pos gelandang bertahan untuk menemani Dejan Lovren di bek tengah.
ADVERTISEMENT
Jika Alberto Moreno menghuni pos full-back kiri, Rafael Camacho mengisi pos sebaliknya. Naby Keita dan James Milner menjadi poros ganda di lini tengah. Curtis Jones dan Xherdan Shaqiri beroperasi di sayap kiri dan sayap kanan. Di lini serang, Divock Origi ditandemkan dengan Daniel Sturridge.
Dengan skuat ini, Liverpool gagal total dalam urusan membangun serangan pada babak pertama. Gelandang mengalami kebuntuan, winger kebingungan bergerak ke mana, hingga dua striker dijaga ketat membuat Liverpool skakmat. Bantuan dari full-back pun tak membantu banyak.
Menjadi wajar jika tembakan meleset yang dilancarkan Shaqiri ketika laga berjalan 30 menit merupakan satu-satunya tembakan yang dilancarkan Liverpool pada kurun waktu tersebut.
Dalam urusan bertahan, manajer Liverpool, Juergen Klopp, sempat terlihat panik karena Lovren mengalami cedera ketika laga baru berjalan 6 menit. Kemudian masuklah bek berusia 16 tahun bernama Ki-Jana Hoever menggantikannya.
ADVERTISEMENT
Berita baiknya, Hoever tampil cukup oke pada laga ini. Dengan tenang bek didikan Ajax ini menunjukkan dua atribut penting khas bek tengah modern. Yakni, ketenangan dalam mengantisipasi serangan dan melancarkan umpan.
Walau begitu, bukan berarti lini belakang Liverpool baik-baik saja. Perlu diingat mereka menghadapi Wolves yang hampir menurunkan seluruh pemain terbaiknya dalam formasi 3-1-4-2. Termasuk Raul Jimenez, striker yang telah mencetak 6 gol dan 4 assist untuk Wolves pada musim ini.
Wolves terus mengeksploitasi sisi sayap Liverpool yang kelewat ringkih sehingga mereka mampu melancarkan 6 tembakan pada babak pertama. Salah satunya berujung gol ketika laga berjalan 38 menit.
Prosesnya bermula dari blunder yang dilakukan Milner di tengah lapangan ketika full-back Liverpool tengah maju. Dari blunder itu, bola berpindah dengan cepat dari kaki Diogo Jota menuju Jimenez.
ADVERTISEMENT
Jimenez menyisir sisi kanan dengan leluasa sebelum melepas tembakan berujung gol di kotak penalti. Di akhir babak pertama, sejumlah pemain Liverpool melakukan blunder. Meski demikian, skor 1-0 bagi Wolves tetap bertahan hingga babak pertama tuntas.
Para pemain Liverpool rayakan gol Divock Origi ke gawang Wolves. (Foto: Action Images via Reuters/Carl Recine)
Di awal babak kedua Liverpool berusaha mengambil kembali kontrol pertandingan. Buahnya ialah gol Divock Origi ketika laga berjalan 51 menit.
Memanfaatkan tembakan Milner yang mengenai bek Wolves, Origi kemudian melancarkan tembakan dari luar kotak penalti yang gagal ditangani dengan baik oleh kiper John Ruddy. Namun, Wolves bisa mencetak gol lainnya melalui Ruben Neves empat menit setelahnya.
Karena tak mendapatkan tekanan dari pemain-pemain Liverpool, gelandang berkebangsaan Portugal itu melancarkan tembakan keras berujung gol dari luar kotak penalti. Gol tersebut merupakan gol tembakan jarak jauh ke-8 untuk Neves selama memperkuat Wolves.
ADVERTISEMENT
Karena tidak ada kemajuan, maka Klopp memutuskan untuk mengganti Jones dan Sturridge dengan Mohamed Salah dan Roberto Firmino di menit ke-70. Namun, Liverpool gagal mencetak gol dan akhirnya tersingkir dari Piala FA dengan kekalahan 1-2 dari Wolves.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan