kumparan
14 Februari 2020 21:23

Piala Gubernur Jatim: Keok dari Persik, Bhayangkara Gagal ke Semifinal

Persebaya vs Bhayangkara FC (PTR)
Pemain Persebaya dan Bhayangkara FC berduel. Foto: Dok. Media Bhayangkara FC
Bhayangkara FC menyudahi laga ketiga Grup A Piala Gubernur Jatim 2020 dengan hasil negatif. Bertemu Persik Kediri di laga pemungkas, The Guardian kalah 0-3 melalui Eko Adi Jayanto (14'), Ante Bakmaz (39') dan Paulo Sitanggang (66') di Stadion Gelora Bangkalan, Jumat (14/2) malam WIB.
ADVERTISEMENT
Dengan hasil ini Bhayangkara gagal melaju ke semifinal turnamen. Sebab, berkaca peringkat di klasemen, mereka saat ini menempati peringkat tiga di bawah Persebaya dengan mengantongi 4 poin.
Well, Bhayangkara dan Madura United sebetulnya memperoleh poin yang sama. Tetapi, Madura United unggul selisih gol dari Bhayangkara.
***
Bhayangkara yang diasuh pelatih Paul Munster itu turun dengan wadah 4-3-3. Lee Won-jae yang sempat absen di laga kedua karena akumulasi kartu merah, sudah tersedia di lini belakang berduet dengan Nurhidayat.
Di lini tengah, sosok Irlandia Utara itu masih menurunkan Renan Silva, Guy Herve, dan Lee Yoo-jun. Dan sisi sayap dihuni Andik Vermasah untuk menopang Dendy Sulistyawan sebagai juru gedor.
Persik asuhan pelatih Joko Susilo juga mengedepankan pakem 4-4-2. Ante Nakmaz dan Munhar masih jadi pilihan di jantung pertahanan, Eka Samadi dan Galih Akbar bertuga sebagai motor serangan untuk menopang Faris Aditama dan Ronaldo Rubener.
ADVERTISEMENT
Bhayangkara bermain menekan sejak menit awal. Mereka mengedepankan penguasaan bola untuk membongkar pertahanan Persik.
Persik yang sudah tak lolos ke semifinal tampil lepas sejak wasit Fariq Hitaba meniupkan peluit tanda dimulainya laga. Mereka memilih bermain menunggu dengan mengedepankan serangan balik.
Hasilnya, cukup signifikan. Sebab, laga baru berjalan 14 menit, mereka sudah unggul melalui Adi Eko Jayanto. Suksesnya gelandang Persik itu membuka keran gol usai memanfaatkan sundulan Faris Aditama yang menerima umpan silang dari tengah. Skor 1-0 Persik unggul.
Tertinggal satu gol, Bhayangkara meningkatkan tempo serangan. Akan tetapi mereka menuai masalah karena kesalahan elementer. Alhasil, beberapa peluang, terbuang percuma.
Persik yang masih mengedepankan serangan balik kembali unggul lewat situasi bola mati di menit ke-39. Bermula dari pelanggaran di lini tengah, Danny Saputra, yang menerima umpan, langsung mengarahkan tendangannya ke gawang. Oleh Ante Nakmaz, bola disontek sehingga arah bola berubah dan mengecoh Wahyu Tri.
ADVERTISEMENT
Keunggulan dua gol Persik menjadi skor penutup babak pertama. Kembali dari ruang ganti, Bhayangkara melakukan sejumlah pergantian pemain dengan memasukkan Ezechiel N'Douassel mengganti Dendy.
Bhayangkara langsung menggempur pertahanan Persik melalui tepi sayap lewat umpan silang Andik dan Adam Alis.
Hingga menit ke-60 setidaknya ada tiga peluang yang didapatkan Bhayangkara dan mestinya bisa mempersempit gap angka. Pertama, melalui sundulan Ezechiel dan dua lainnya melalui sundulan Lee Won-jae usai memanfaatkan sepakan bola mati.
Bhayangkara FC
Selebrasi pemain-pemain Bhayangkara FC. Foto: ANTARA FOTO/Risky Andrianto/ama.
Gelombang serangan Bhayangkara tak menyurutkan nyali Persik. Masih mengedepankan serangan balik, mereka sukses mencetak gol melalui aksi Paulo Sitanggang.
Gol ini berawal dari umpan tarik Andri Ibo di sisi pertahanan Bhayangkara dan dengan tenang dieksekusi oleh Sitanggang.
ADVERTISEMENT
Unggul tiga gol, Persik memilih bermain bertahan total. Bahkan hampir seluruh pemain berada di pertahanan sendiri.
Itu membuat Bhayangkara buntu. Merek kesulitan membongkar pertahanan Persik. Tak ada gol tambahan. Persik menang dengan keunggulan 3-0.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan