kumparan
16 Mei 2019 17:36

Polisi Lepas 6 Orang Terkait Rusuh di Laga PSS Sleman vs Arema

PSS vs Arema
Kericuhan suporter di laga PSS Sleman vs Arema. Foto: Andreas Fitri Atmoko/Antara
Pertandingan pembuka Liga 1 2019 antara PSS Sleman vs FC di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Rabu (15/3/2019) sempat diwarnai kericuhan. Polisi kemudian sempat mengamankan enam orang dalam insiden tersebut tetapi kini dilepas lantaran tak cukup bukti.
ADVERTISEMENT
“Diamankan dalam proses pencegahan supaya tidak berkembang lebih luas lagi sehingga beberapa orang diamankan. Tetapi, mereka dikembalikan lagi karena memang tidak ada laporan korban. Kemudian, tidak ada barang bukti yang mendukung dia melakukan tindak pidana sehingga tidak bisa dilakukan penahanan,” ujar Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yulianto di Polda DIY, Kamis (16/5).
PSS vs Arema
Polisi mengamankan penonton saat terjadi kericuhan pendukung pada pertandingan PSS Sleman vs Arema. Foto: Andreas Fitri Atmoko/Antara
Selain itu, polisi juga belum menerima laporan kerusakan kendaraan bermotor dari masyarakat. Dia berharap masyarakat yang merasa dirugikan segera melapor agar bisa ditindak oleh pihak berwajib.
“Laporan kerusakan belum ada yang masuk. Kalau memang ada laporan semaksimal mungkin kita lakukan upaya pengungkapan,” katanya.
Sebelumnya, saat laga PSS Sleman vs Arema berlangsung, terjadi saling lempar botol minuman hingga pecahan keramik dari dua kubu suporter. Kericuhan lantas berlanjut di luar stadion.
ADVERTISEMENT
PSS vs Arema
Pemain Arema menggunakan rantis selepas laga melawan PSS Sleman. Foto: Arfiansyah Panji/kumparan
Usai laga, terjadi pula gesekan hingga beberapa kali polisi mengeluarkan tembakan peringatan hingga gas air mata. Tak pelak beberapa penonton yang merupakan perempuan dan anak-anak turut merasakan pedihnya air mata.
Para suporter Arema kemudian diarahkan polisi menaiki truk keluar stadion. Sementara, seluruh pemain Arema harus menaiki dua Baracuda untuk menuju ke hotel tempat mereka menginap setelah pertandingan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan